Chapter 6 of 10

Chapter 6 — Tempat yang Mulai Hidup

628 words

Tiga hari berlalu. Dalam tiga hari itu, Everdawn Valley mengalami perubahan kecil. Sangat kecil. Namun bagi Evan— perubahannya cukup terasa. Area perlindungan yang awalnya hanya sebidang tanah kini memiliki beberapa tempat berteduh. Sebuah kolam kecil sudah dibuat di dekat sungai. Rumput ditanam di beberapa bagian. Tempat makan dan minum dibuat terpisah. Bahkan ada jalur kecil dari rumah pohon menuju area perlindungan. Tidak ada yang megah. Namun semuanya tertata. Evan berdiri di tengah area sambil memasukkan kedua tangan ke saku. “Lumayan.” Di belakangnya, Koda sedang tidur. Seperti biasa. Evan melirik. “Lu gak pernah kerja, ya?” Koda membuka satu mata. “Woof.” “Tidur lagi.” Koda langsung menutup mata. “...Bener-bener.” Evan membuka System. [Kondisi The Living Haven] [Status: Tempat Perlindungan] [Penghuni: 14] [Habitat stabil: Ya] [Sumber air: Stabil] [Sumber makanan: Cukup] [Tingkat keamanan: Baik] Evan mengangguk. Empat belas penghuni. Kelinci bertambah. Beberapa bebek mulai menetap. Dua kambing juga sering datang ke area rumput. Beberapa burung memilih pepohonan di sekitar The Haven Tree sebagai tempat beristirahat. Evan tidak menangkap satu pun dari mereka. Mereka datang sendiri. Dan itu membuatnya puas. Namun hari itu System menampilkan sesuatu yang berbeda. [Persyaratan tahap berikutnya mulai diperiksa.] Evan mengangkat alis. “Cepat juga.” [Status evaluasi: berlangsung.] Panel baru muncul. [Untuk meningkatkan The Living Haven menjadi Kebun Binatang, diperlukan:] [- Habitat layak.] [- Minimal jumlah penghuni.] [- Sumber makanan stabil.] [- Pengelolaan dasar.] [- Fasilitas pengelola.] Evan membaca semuanya. “Fasilitas pengelola?” [Tempat tinggal telah memenuhi persyaratan.] “Terus?” [Diperlukan area pengelolaan.] Evan menggaruk kepala. “Ruang kerja?” [Benar.] Evan menatap rumah pohonnya. “Berarti gua harus bikin meja kerja.” [Tidak hanya meja.] “...” Evan mulai curiga. [Diperlukan pusat pengelolaan.] “Berapa besar?” [Menyesuaikan kebutuhan tahap saat ini.] “Berarti kecil.” [Benar.] Evan tersenyum. “Bagus.” Ia tidak suka bangunan besar. Setidaknya untuk sekarang. Hari itu ia mulai membuat ruangan kecil di sisi rumah pohon. Bukan bangunan baru. Hanya memperluas bagian rumah yang sudah ada. Satu meja. Beberapa rak. Peta Everdawn Valley. Catatan hewan. Catatan tanaman. Dan papan kecil. Di atasnya tertulis: THE LIVING HAVEN Evan menatap tulisan itu. “...Keren juga.” Koda masuk. Melihat papan. Kemudian berjalan melewatinya. “Woof.” “Gak usah komentar.” Setelah pusat pengelolaan selesai, Evan membuka System. [Persyaratan terpenuhi.] [Apakah pengelola ingin meningkatkan status wilayah?] Evan tidak langsung menekan tombol. Ia keluar rumah. Berdiri di balkon. Melihat seluruh lembah. Empat belas hewan. Rumah pohon. Padang rumput. Sungai. Danau. Gunung. Semuanya masih sederhana. Namun tempat ini sudah memiliki kehidupan. Evan tersenyum. “Belum.” [Konfirmasi.] “Belum.” Ia memasukkan kedua tangannya ke saku. “Gua mau nambah sedikit lagi.” System tidak menjawab. Evan turun. Hari berikutnya ia membuat satu hal baru. Papan informasi. Sederhana. Tulisan tangan. THE LIVING HAVEN Tempat perlindungan bagi makhluk hidup. Di bawahnya: Jangan berburu. Jangan mengganggu. Jangan merusak habitat. Amati. Hormati. Tinggalkan jejak sekecil mungkin. Evan membaca kembali tulisan itu. “Cukup.” Koda berdiri di samping papan. “Woof.” “Kenapa?” Koda menatap tulisan. Kemudian menatap Evan. Evan menyipitkan mata. “Lu mau bilang tulisannya jelek?” “Woof.” “...Dasar.” Ia kemudian menambahkan satu kalimat terakhir. Semua kehidupan berhak memiliki tempat untuk hidup. Evan memasukkan kembali kapur. “Sekarang lengkap.” Malamnya, Evan duduk di balkon rumah pohon. Ia memandang cahaya bulan yang memantul di Main Lake. Koda tidur di dekat kakinya. Tidak ada suara selain jangkrik dan angin. Evan mengeluarkan buku catatan. Ia membuka halaman pertama. Di sana tertulis: The Living Haven. Di bawahnya: Hari ke-5. Penghuni: 14. Status: Tempat Perlindungan. Evan berpikir sebentar. Kemudian menulis satu kalimat lagi. Besok mulai serius. Ia menutup buku. “...Kayaknya.” Koda mengangkat kepala. Evan melihatnya. “Kenapa?” “Woof.” “Gua tahu.” Evan bersandar. “Besok.” Panel System muncul di depannya. [Peningkatan status tersedia.] [Tempat Perlindungan → Kebun Binatang] [Apakah pengelola siap?] Evan menatap tulisan itu. Senyumnya perlahan muncul. “Besok.” Ia mematikan panel. “Sekarang tidur.” Dan malam itu— untuk pertama kalinya, Evan tidur dengan satu pikiran sederhana. Besok, The Living Haven akan mengambil langkah pertamanya menjadi sebuah kebun binatang sungguhan.

End of Chapter 6

Chapter 6: Chapter 6 — Tempat yang Mulai Hidup - The Straw-Hatted Wanderer | Novel AI Studio