Chapter 8 of 18
BAB 8 — Jejak di Atas Bukit
1.2k words
Langkah Kaiser berhenti di kaki bukit.
Ia mendongak.
Bukit itu tidak terlalu tinggi.
Namun dari bawah, wilayah di atasnya terlihat jauh lebih liar dibanding area yang baru saja mereka lewati.
Pepohonan tumbuh tidak beraturan.
Batu-batu besar memenuhi sebagian lereng.
Dan yang paling menarik perhatian Kaiser adalah banyaknya jejak monster yang terlihat di tanah.
Ia membuka Panel.
[Petunjuk]
Aktivitas monster terdeteksi.
Tingkat ancaman: Rendah–Menengah.
Kaiser mengangkat alis.
“Rendah sampai menengah.”
Ia menatap Nox.
“Berarti nggak semuanya level satu.”
Nox menggeram pelan.
Kaiser mengangguk.
“Gua juga kepikiran begitu.”
Ia melihat ke atas.
Kalau mereka naik, kemungkinan bertemu monster yang lebih kuat cukup besar.
Namun kalau mereka tetap berada di bawah, jumlah monster tidak cukup untuk membuatnya mencapai Level 5.
Kaiser terdiam.
Kemudian tersenyum.
“Ya udah.”
Ia mulai menaiki bukit.
“Naik sedikit.”
Nox mengikuti.
Setengah perjalanan, mereka menemukan sesuatu.
Sebuah lubang kecil di antara bebatuan.
Kaiser berjongkok.
Di dalamnya terdapat beberapa buah tanaman kecil berwarna merah tua.
Kaiser tidak langsung menyentuhnya.
Ia membuka Panel.
[Material tidak dikenal.]
Informasi tidak tersedia.
Kaiser mengerutkan kening.
“Lu bahkan nggak tahu ini?”
Panel tidak memberikan jawaban.
Kaiser mengamati tanaman itu.
“Berarti jangan dimakan.”
Nox mendekat dan mencium tanaman tersebut.
Kaiser langsung menarik kepalanya.
“Jangan.”
Nox menatapnya.
“Gua belum tahu itu makanan atau racun.”
Nox mundur.
“Bagus.”
Kaiser berdiri.
Ia hampir meninggalkan tanaman tersebut ketika Panel kembali muncul.
[Petunjuk]
Material dapat digunakan untuk pemulihan kondisi makhluk hidup.
Kaiser berhenti.
Ia menoleh.
“...Lah?”
Ia kembali melihat tanaman tadi.
“Jadi lu tahu?”
Tidak ada respons.
Kaiser menatap Panel dengan kesal.
“Kenapa nggak bilang dari awal?”
Tetap diam.
Kaiser mendengus.
“Nyebelin.”
Ia mengambil beberapa tanaman dengan hati-hati dan menyimpannya di tas.
Mungkin berguna.
Setidaknya sekarang ia memiliki sesuatu yang bisa ditukar atau dipelajari nanti.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Beberapa menit kemudian—
Nox tiba-tiba berhenti.
Kaiser ikut berhenti.
“Ada apa?”
Nox menatap ke arah pepohonan.
Telinganya bergerak.
Kaiser langsung menggenggam pisaunya.
Dari dalam hutan terdengar suara.
Krakk.
Kemudian—
seekor monster melompat keluar.
Bentuknya seperti serigala kecil, tetapi tubuhnya ditutupi lapisan batu tipis.
Kaiser langsung membuka Panel.
[Monster Terdeteksi]
Spesies: Stone Fang
Jenis: Beast
Atribut: Earth
Level: 2
Rarity: Cammeon
Kemampuan: Stone Skin
Kaiser membaca cepat.
“Level dua.”
Ia melirik Nox.
“Kita juga level dua.”
Nox merendahkan tubuh.
Stone Fang menggeram.
Kaiser mengambil napas.
“Sekarang kita coba sesuatu.”
Ia menunjuk ke arah monster.
“Gua tahan perhatiannya.”
Nox menatapnya.
“Lu cari sisi belakang.”
Nox bergerak.
Kaiser maju.
Stone Fang langsung menerjang.
Kaiser mengaktifkan Energy Barrier.
DUK!
Serangan itu menghantam Barrier.
Kaiser mundur.
Namun kali ini ia tidak terlempar seperti sebelumnya.
Ia menahan posisi.
“Lebih kuat.”
Stone Fang kembali menyerang.
Kaiser menghindar.
Ia mulai memperhatikan pola gerakannya.
Serangan pertama selalu lurus.
Serangan kedua menggunakan cakar.
Serangan ketiga—
gigitan.
Kaiser menunggu.
Monster itu menyerang.
Kaiser bergerak ke kiri.
Cakar lewat di samping tubuhnya.
Ia mundur satu langkah.
Stone Fang berbalik.
Gigitan datang.
Kaiser mengangkat Barrier.
DUK!
Ia terdorong mundur.
Namun saat monster itu kehilangan keseimbangan—
bayangan di bawahnya bergerak.
Nox muncul.
GRAAA!
Taring Nox menggigit kaki belakang Stone Fang.
Monster itu berbalik.
Kaiser melihat kesempatan.
Ia berlari.
Pisau menghantam bagian yang tidak terlindungi lapisan batu.
Stone Fang meraung.
Namun belum jatuh.
Monster itu mengamuk.
Nox terlempar.
Kaiser langsung bergerak.
“NOX!”
Ia berdiri di depan monster.
Energy Barrier muncul.
Serangan Stone Fang menghantamnya.
BRAK!
Kaiser terdorong mundur.
Kakinya bergetar.
Namun ia bertahan.
“Sekarang!”
Nox kembali menerjang.
Kaiser menunggu.
Begitu Stone Fang menoleh ke arah Nox—
Kaiser menyerang dari samping.
Kali ini serangannya tepat mengenai bagian bawah leher.
Monster itu jatuh.
Tubuhnya berubah menjadi cahaya.
Kaiser terengah-engah.
Beberapa detik kemudian—
[Monster dikalahkan.]
[Level EXP diperoleh.]
[Level meningkat.]
Kaiser membuka Panel.
Level: 3
Ia tersenyum.
“Dua lagi.”
Nox juga mencapai Level 3.
Namun Kaiser tidak langsung bersantai.
Ia melihat kondisi Nox.
Shadow Hound itu berdiri, tetapi napasnya lebih berat.
Kaiser mengusap kepalanya.
“Capek?”
Nox menatapnya.
“Gua juga.”
Mereka duduk di bawah pohon.
Kaiser membuka tas.
Ia mengeluarkan tanaman merah yang ditemukan sebelumnya.
Panel kembali muncul.
[Material: Crimson Herb]
Kegunaan: Membantu pemulihan luka ringan dan mengurangi kelelahan.
Kaiser terdiam.
Kemudian menatap tanaman itu.
“Jadi namanya Crimson Herb.”
Ia membagi sebagian untuk Nox.
“Coba sedikit.”
Nox mencium tanaman itu.
Kemudian memakannya.
Beberapa saat berlalu.
Kaiser memperhatikan perubahan kondisi Nox.
Luka kecil di tubuhnya mulai terlihat membaik.
Panel muncul.
[Kondisi Contract Monster membaik.]
Kaiser tersenyum.
“Lumayan.”
Ia mengambil satu untuk dirinya.
Mengunyahnya.
Wajahnya langsung berubah.
“...Pahit.”
Nox menatapnya.
Kaiser menunjuk monster itu.
“Jangan ketawa.”
Nox membuka mulut sedikit.
Entah kenapa Kaiser merasa monster itu sedang mengejeknya.
“Lu ketawa, ya?”
Nox memalingkan wajah.
“Dasar.”
Untuk beberapa saat, mereka hanya duduk bersama.
Tidak ada pertarungan.
Tidak ada hutang.
Tidak ada sindikasi.
Hanya Kaiser dan Nox yang beristirahat di atas bukit.
Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Kaiser melihat sesuatu di kejauhan.
Asap.
Bukan asap dari api besar.
Lebih seperti asap tipis dari sesuatu yang terbakar.
Kaiser berdiri.
“Nox.”
Nox ikut berdiri.
Kaiser menatap arah asap.
“Itu bukan dari kota.”
Ia membuka Panel.
Tidak ada petunjuk.
Tidak ada misi.
Hanya satu tujuan yang masih tersisa.
[Misi Utama: Langkah Pertama]
Progress: Level 3 / 5
Kaiser menatapnya.
“Berarti kita masih harus naik dua level.”
Ia kemudian kembali melihat asap.
“Gua penasaran.”
Nox menggeram pelan.
“Tenang.”
Kaiser mengambil tas.
“Kita lihat dari jauh.”
Mereka bergerak menuju sumber asap.
Namun semakin dekat—
Kaiser mulai mendengar suara.
Suara manusia.
“Cepat! Bawa kristalnya!”
“Monster itu masih hidup!”
“Jangan biarkan lari!”
Kaiser berhenti.
Ia langsung memberi isyarat kepada Nox untuk diam.
Mereka bersembunyi di balik pohon.
Dari celah dedaunan, Kaiser melihat beberapa orang.
Tiga Tamer.
Mereka sedang menghadapi seekor monster besar yang terluka.
Kaiser membuka Panel dari kejauhan.
[Monster Terdeteksi]
Spesies: Iron Boar
Jenis: Beast
Atribut: Earth
Level: 5
Rarity: Uncammeon
Kaiser membeku.
Level 5.
Itu jauh lebih tinggi darinya.
Salah satu Tamer mengangkat pedang.
Monster itu menyerang.
BRAK!
Ketiganya mundur.
Kaiser mengamati.
Ia tidak ikut campur.
Belum.
Ia belum cukup kuat.
Namun ia memperhatikan sesuatu.
Salah satu Tamer terluka.
Yang lain kehilangan senjatanya.
Yang ketiga sedang mencoba menjebak Iron Boar.
Kaiser melihat cara mereka bergerak.
Cara mereka memberi perintah.
Cara monster itu membaca posisi mereka.
Ia memperhatikan semuanya.
Kemudian Panel muncul.
Bukan misi.
Bukan reward.
Hanya sebuah kalimat.
[Informasi perkembangan diperoleh melalui observasi.]
Kaiser terdiam.
Ia menatap pertarungan tersebut.
Kemudian tersenyum tipis.
“Jadi gua bahkan bisa belajar cuma dengan lihat.”
Ia tidak sadar bahwa keputusan untuk berhenti dan mengamati akan menjadi salah satu kebiasaan terpentingnya sebagai Tamer.
Di tempat lain, jauh dari bukit itu—
sebuah kendaraan pemerintah sedang bergerak menuju salah satu wilayah luar.
Di dalamnya duduk seorang pria dengan seragam resmi.
Di tangannya terdapat laporan tentang perkembangan para Tamer muda di wilayah tersebut.
Ia membuka salah satu halaman.
“Masih belum ada bakat yang cukup menonjol.”
Pria itu menutup laporan.
“Kita lanjut ke wilayah berikutnya.”
Kendaraan terus bergerak.
Kaiser tidak mengetahui keberadaannya.
Belum.
Sementara itu, di atas bukit—
Kaiser masih menatap pertarungan Iron Boar.
Misinya belum selesai.
Levelnya baru tiga.
Namun untuk pertama kalinya, ia mulai memahami sesuatu.
Menjadi Tamer bukan hanya soal menjadi kuat.
Ia harus tahu bagaimana caranya menjadi kuat.
Kaiser menggenggam pisaunya.
“Dua level lagi.”
Nox berdiri di sampingnya.
Kaiser tersenyum.
“Setelah itu kita lihat hadiah dari sistem.”
Ia menatap pertarungan di kejauhan.
“Dan mungkin...”
Tatapannya menjadi lebih tajam.
“...gua mulai cari tahu dunia ini sebenarnya kayak apa.”
Di hadapannya, Panel tetap diam.
Seolah sedang menunggu.
Bukan untuk memberi jawaban.
Melainkan untuk menunjukkan arah berikutnya.