Chapter 7 of 18

Bab 7 — Arah Pertama

1.3k words

Pagi datang perlahan. Cahaya matahari masuk melalui celah-celah papan kayu tua di dinding gudang yang sudah lama ditinggalkan. Kaiser membuka matanya. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap langit-langit. Kemudian terdengar suara kecil dari perutnya. Kruuuk. Kaiser terdiam. “...Menyedihkan.” Di sebelahnya, Nox yang sedang tidur mengangkat kepala. Shadow Hound itu menatap Kaiser dengan mata setengah terbuka. Kaiser menoleh. “Jangan lihat gua begitu.” Nox berkedip. “Gua juga lapar.” Nox kembali menurunkan kepalanya. Kaiser duduk dan melihat keadaan sekeliling. Malam tadi mereka menghabiskan sebagian besar makanan yang didapat dari hadiah Mission System. Tidak ada banyak yang tersisa. Ia membuka tasnya. Beberapa potong makanan masih ada. Kaiser menghitungnya sebentar. Kemudian menghela napas. “Kalau kita makan semuanya sekarang, siang nanti kita makan apa?” Nox menatap makanan. Kemudian menatap Kaiser. “Jangan.” Nox kembali menatap makanan. “Gua tahu lu mau.” Nox diam. “Jangan pura-pura nggak ngerti.” Kaiser mengambil satu bagian kecil makanan dan memberikannya kepada Nox. Shadow Hound itu langsung memakannya. Kaiser tersenyum tipis. “Dasar.” Setelah selesai, Kaiser berdiri. Tubuhnya masih terasa lelah. Ia belum terbiasa dengan kehidupan sebagai seorang Tamer. Kemarin ia bahkan tidak tahu apa itu Awakening. Sekarang ia memiliki Panel, monster kontrak, Energy Barrier, dan sebuah kemampuan aneh bernama Fusion yang bahkan belum ia pahami sepenuhnya. Namun ada satu masalah. Kaiser tidak tahu harus mulai dari mana. Ia tidak memiliki guru. Tidak punya organisasi. Tidak punya uang untuk membeli pelatihan. Dan yang paling buruk— ia tidak punya pengalaman. Kaiser mengangkat tangannya. Panel muncul di hadapannya. [Tamer Status] Nama: Kaiser Usia: 16 Level: 1 Rank: Dasar Contract: 1 Ia kemudian membuka informasi Nox. [Contract Monster] Nama: Nox Spesies: Shadow Hound Jenis: Beast Atribut: Shadow Level: 1 Rarity: Cammeon Kondisi: Terluka Kaiser menatap angka level itu cukup lama. Level 1. Kemarin ia baru mengetahui bahwa level Tamer dan monster kontraknya selalu sama. Artinya, kalau Nox bertambah kuat— dirinya juga akan berkembang. “Kalau begitu...” Kaiser menyentuh layar Panel. “Apa yang harus gua lakuin?” Panel tetap diam. Kaiser mengerutkan kening. “Lu bukan mesin pencari, ya?” Tidak ada jawaban. “Sayang sekali.” Kaiser hampir menutup Panel ketika tiba-tiba layar berubah. Sebuah jendela baru muncul. [MISI UTAMA] Nama: Langkah Pertama Tujuan: Mencapai Level 5 Batas Waktu: Tidak ada Hadiah: Akses Informasi Baru Kaiser terdiam. Ia membaca sekali. Kemudian membaca lagi. “Level lima?” Tidak ada penjelasan tambahan. Tidak ada lokasi. Tidak ada monster yang harus dibunuh. Tidak ada jumlah EXP yang harus dikumpulkan. Hanya satu tujuan. Mencapai Level 5. Kaiser menggaruk kepalanya. “Kenapa lima?” Panel tidak menjawab. “Kenapa bukan tiga?” Diam. “Kenapa bukan sepuluh?” Tetap diam. Kaiser menyipitkan mata. “Lu nyebelin juga.” Ia menutup Panel. Namun beberapa detik kemudian, ia membukanya lagi. Kali ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah simbol kecil muncul di bawah misi. [Petunjuk] Area dengan aktivitas monster tingkat rendah terdeteksi. Arah: Timur. Kaiser berhenti. Matanya sedikit melebar. “Oh.” Ia memahami maksudnya. Mission System tidak menyuruhnya melakukan sesuatu secara langsung. Sistem hanya memberinya tujuan— lalu menunjukkan jalan yang mungkin bisa membantunya mencapai tujuan tersebut. Kaiser menatap arah timur. Kemudian kembali melihat Panel. “Jadi lu cuma nunjukin jalan?” Tidak ada jawaban. “Gua tetap harus cari tahu sisanya sendiri?” Panel tetap diam. Kaiser tersenyum. “Bagus.” Ia mengambil pisau pendeknya. “Gua lebih suka begitu.” Nox berdiri. Kaiser menatapnya. “Kita ke timur.” Nox menggerakkan telinganya. “Cari monster.” Nox menggeram pelan. “Dan cari makanan.” Ekor Nox bergerak sedikit. Kaiser mengambil tasnya. “Kalau ada dua-duanya, lebih bagus.” Mereka meninggalkan gudang. Daerah timur berada cukup jauh dari pemukiman. Semakin mereka berjalan, semakin sedikit bangunan yang terlihat. Tanah mulai berubah menjadi jalur berbatu. Beberapa reruntuhan bangunan tua berdiri di antara semak-semak. Kaiser memperhatikan sekeliling. Ia tidak tahu apakah tempat ini benar-benar aman. Tetapi Panel mengatakan aktivitas monster di daerah tersebut rendah. Setidaknya, itu berarti kemungkinan bertemu monster yang terlalu kuat lebih kecil. “Kalau sistem bisa kasih petunjuk seperti ini...” Kaiser berjalan sambil melihat Panel. “Berarti mungkin ada banyak hal lain yang bisa ditunjukin.” Ia berhenti. Sebuah jejak terlihat di tanah. Cakaran. Kaiser berjongkok. “Nox.” Shadow Hound mendekat. Kaiser menunjuk jejak itu. “Lu bisa nyium?” Nox menundukkan kepala. Ia mengendus tanah. Beberapa detik kemudian, telinganya berdiri. Kaiser langsung menggenggam pisau. “Ada?” Nox menggeram pelan. Kaiser berdiri. Dari balik reruntuhan terdengar suara. Krek. Kaiser menahan napas. Sesuatu bergerak. Seekor monster kecil keluar dari balik batu. Tubuhnya menyerupai kadal besar dengan dua tanduk pendek di kepalanya. Kaiser langsung membuka Panel. [Monster Terdeteksi] Spesies: Horn Lizard Jenis: Beast Atribut: Earth Level: 1 Rarity: Cammeon Kemampuan: Tanduk Dasar Kaiser membaca informasinya. “Level satu.” Ia melirik Nox. “Kita berdua sama.” Horn Lizard mengeluarkan suara rendah. Kaiser mengangkat pisaunya. “Nox.” Shadow Hound merendahkan tubuh. “Jangan langsung maju.” Nox menatapnya. Kaiser menunjuk sisi kiri reruntuhan. “Gua tarik perhatiannya.” Kemudian menunjuk ke belakang monster. “Lu cari celah.” Nox menggeram. Kaiser mengangguk. “Ya. Begitu.” Horn Lizard tiba-tiba melesat. Kaiser terkejut. “Cepat!” Ia bergerak ke samping. Tanduk monster itu melewati wajahnya. Kaiser langsung membalas dengan Energy Barrier. DUK! Serangan berikutnya menghantam Barrier. Tubuh Kaiser terdorong beberapa langkah. Ia hampir jatuh. “Gila.” Ia melihat tangannya. Barrier masih bertahan. “Masih berguna.” Horn Lizard menyerang lagi. Kaiser mundur. Kali ini ia tidak mencoba menahan serangan secara langsung. Ia bergerak ke samping. Monster itu mengejar. Kaiser terus menghindar. Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah. Kemudian— Horn Lizard menyerang terlalu jauh. Kaiser melihat celah. Sekarang. Ia maju dan menusukkan pisaunya. Tak! Serangannya mengenai tubuh monster. Namun tidak cukup dalam. Horn Lizard berbalik dan mengayunkan kepalanya. Kaiser terlambat. BRAK! Tubuhnya terlempar ke tanah. “Ghh...” Kaiser menggertakkan gigi. Horn Lizard kembali menerjang. Kaiser mencoba berdiri. Terlambat. Namun bayangan di belakang monster bergerak. Nox muncul. GRAAA! Taringnya menggigit kaki belakang Horn Lizard. Monster itu kehilangan keseimbangan. Kaiser langsung bangkit. “Bagus!” Ia berlari. Satu serangan. Dua serangan. Horn Lizard mencoba melawan. Nox menahannya dari samping. Kaiser kembali menyerang. Kali ini monster itu jatuh. Tubuhnya perlahan berubah menjadi cahaya. Sebuah kristal kecil jatuh ke tanah. Kaiser berdiri terengah-engah. Beberapa detik kemudian Panel muncul. [Monster dikalahkan.] [Level EXP diperoleh.] [Level meningkat.] Kaiser membeku. Ia membuka statusnya. Level: 2 Kaiser kemudian membuka status Nox. Level: 2 Ia tersenyum. “Jadi begini rasanya naik level.” Nox berdiri di sampingnya. Kaiser melihat monster itu. “Kita berhasil.” Nox menggerakkan ekornya. Kaiser mengambil kristal yang tertinggal. Tidak besar. Tidak istimewa. Tetapi cukup untuk membuatnya sadar akan sesuatu. Ia tidak perlu langsung menjadi kuat. Ia hanya perlu terus berkembang. Kaiser membuka kembali Mission System. [Misi Utama: Langkah Pertama] Progress: Level 2 / 5 Di bawahnya muncul tulisan baru. [Petunjuk] Aktivitas monster di area saat ini tidak mencukupi untuk mencapai tujuan. Kaiser membaca kalimat itu. Kemudian menatap wilayah di depan. Ada hutan kecil. Ada reruntuhan. Dan lebih jauh— sebuah bukit. Dari tempat Kaiser berdiri, ia bisa melihat beberapa jejak monster di tanah. Jumlahnya lebih banyak. Kaiser tersenyum. “Jadi kita harus pindah.” Ia tidak mendapatkan perintah. Tidak ada suara yang memaksanya. Hanya petunjuk. Arah. Sebuah kemungkinan. Kaiser memasukkan kristal ke tas. “Nox.” Shadow Hound menoleh. “Kita naik ke bukit itu.” Nox melihat arah yang ditunjuk Kaiser. Kaiser mengangkat pisaunya. “Kalau mau sampai Level 5...” Ia mulai berjalan. “...gua harus tahu seberapa jauh kita bisa bertahan.” Nox mengikuti. Langkahnya masih belum sempurna. Tetapi jauh lebih baik dibanding kemarin. Kaiser memperlambat langkah. Tanpa sadar, ia kembali menyesuaikan kecepatannya dengan Nox. Mereka terus berjalan. Satu langkah. Kemudian langkah berikutnya. Kaiser belum tahu apa yang menunggu di atas bukit. Ia juga belum tahu kenapa Mission System memilih Level 5 sebagai tujuan pertamanya. Dan yang paling penting— ia belum tahu bahwa setiap petunjuk yang diberikan sistem bukanlah sesuatu yang muncul secara acak. Semuanya seperti sedang mengarah ke suatu tempat. Suatu kesempatan. Suatu pertemuan. Atau mungkin— sesuatu yang jauh lebih besar. Namun untuk sekarang, Kaiser tidak memikirkannya terlalu jauh. Ia hanya punya satu tujuan. Level 5. Dan untuk pertama kalinya sejak Awakening— Kaiser mulai memiliki arah. [Mission System aktif.] [Jalur perkembangan awal telah dimulai.]

End of Chapter 7