Chapter 6 of 18

BAB 6 — Sebuah Nama

618 words

Kaiser masih berdiri di depan pintu gudang. Tangannya terangkat ke udara. Ia menatap langit malam yang mulai dipenuhi bintang. Kemudian— [Misi Baru Terdeteksi.] Kaiser membeku. “…Hah?” Sebuah panel transparan muncul di hadapannya. --- [MISI] Nama: Sentuhan Pertama Tujuan: Elus kepala Shadow Hound. Batas Waktu: Tidak ada. Hadiah: Tidak diketahui. --- Kaiser menatap tulisan itu. Lalu menatap Shadow Hound. Kemudian kembali melihat Panel. “…” Shadow Hound memiringkan kepalanya. Kaiser menunjuk Panel. “Lu lihat ini?” Shadow Hound hanya menatapnya. “Ya, gue tahu. Lu nggak ngerti.” Kaiser membaca misi itu sekali lagi. “Elus kepala?” Ia menggaruk pipinya. “Dari semua hal yang bisa gue lakuin…” Tidak ada jawaban. Kaiser mendekati Shadow Hound. Monster itu langsung memperhatikan tangannya. Kaiser berhenti. Shadow Hound mundur sedikit. “Tenang.” Kaiser menurunkan tangannya. “Gue cuma mau elus.” Shadow Hound tetap waspada. Kaiser menghela napas. “Kalau dipikir-pikir, misi ini lebih susah daripada lawan monster.” Shadow Hound menggeram pelan. “Jangan tersinggung.” Kaiser perlahan mengangkat tangannya lagi. Kali ini Shadow Hound tidak mundur. Tangan Kaiser menyentuh bagian atas kepalanya. Pelan. Sekali. Kemudian Kaiser mengusap bulunya. Shadow Hound awalnya kaku. Telinganya bergerak sedikit. Kaiser berhenti. Shadow Hound tidak menjauh. Kaiser melanjutkan. Beberapa detik berlalu. Kemudian— [Misi selesai.] Kaiser langsung menarik tangannya. “Cepat juga.” Panel berubah. --- [Hadiah Misi diterima.] Item: Paket Makanan Keterangan: Makanan yang cukup untuk dua orang untuk satu malam. --- Sebuah paket kecil muncul di lantai. Kaiser menatapnya. Kemudian membuka paket tersebut. Ada beberapa potong roti, daging kering, dan makanan sederhana lainnya. Kaiser terdiam. Ia tidak menyangka hadiahnya akan berupa makanan. “…Lumayan.” Perutnya tiba-tiba berbunyi. Kaiser menunduk. “Jangan ikut campur.” Shadow Hound mendekat. Tatapannya tertuju pada makanan. Kaiser melihatnya. “Lu juga lapar?” Shadow Hound duduk. Kaiser tersenyum kecil. “Ya sudah.” Ia membagi makanan itu menjadi dua. Tidak sama rata. Bagian Shadow Hound sedikit lebih banyak. Kaiser memperhatikan monster itu mulai makan. Ia sendiri menggigit roti. Keras. Kering. Tidak enak. Kaiser mengunyah perlahan. “Masih lebih bagus daripada yang gue makan kemarin.” Shadow Hound terus makan. Untuk beberapa saat, mereka hanya duduk dalam diam. Tidak ada percakapan. Tidak ada suara selain angin malam dan suara mereka makan. Kaiser kemudian memperhatikan Shadow Hound. Sejak pertama kali bertemu, ia hanya menyebutnya berdasarkan spesies. Shadow Hound. Monster. Makhluk. Tidak lebih. Namun sekarang rasanya sedikit berbeda. Kaiser memiringkan kepala. “Lu punya nama?” Shadow Hound berhenti makan. Kaiser tersenyum tipis. “Kayaknya nggak.” Ia berpikir. “Kalau gue kasih nama…” Kaiser melihat bulu gelapnya. Mata yang tajam. Dan bayangan yang selalu mengikuti tubuhnya. “Nox.” Shadow Hound menatapnya. Kaiser mengangguk. “Mulai sekarang nama lu Nox.” Monster itu tidak menggeram. Tidak menolak. Ia hanya menatap Kaiser beberapa saat. Kemudian kembali memakan makanannya. Kaiser tertawa kecil. “Anggap aja setuju.” Ia membuka Panel sekali lagi. --- [Contract Monster] Nama: Nox Spesies: Shadow Hound Jenis: Beast Atribut: Shadow Level: 1 Rarity: Cammeon Kondisi: Terluka --- Kaiser membaca nama itu. Nox. Entah kenapa, melihat nama tersebut di Panel terasa berbeda. Bukan lagi sekadar monster yang ia temukan di tempat pembuangan. Sekarang ada sesuatu yang mengikat mereka. Kaiser menutup Panel. Ia bersandar ke dinding. “Besok kita mulai latihan.” Nox mengangkat kepalanya. “Gue nggak tahu caranya.” Nox memiringkan kepala. Kaiser menunjuk dirinya sendiri. “Gue juga baru jadi Tamer.” Kemudian ia tersenyum. “Jadi kita belajar bareng.” Nox kembali berbaring. Kaiser melihatnya. “Jangan tidur dulu.” Nox memejamkan mata. “…” “Dasar.” Kaiser ikut berbaring. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia tidur tanpa merasa benar-benar sendirian. Dan malam itu— Kaiser mendapatkan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia pikir akan ia miliki. Bukan kekuatan. Bukan uang. Bukan status. Seorang partner. Di sudut ruangan, Nox tertidur dengan tenang. Sementara di hadapan Kaiser, Panel yang telah tertutup kembali menyala sesaat. [Hubungan Tamer–Monster terdeteksi.] [Sinkronisasi awal dimulai.] Kaiser tidak melihatnya. Malam terus berlalu. Dan sesuatu di dalam dirinya perlahan mulai terbangun.

End of Chapter 6