Chapter 5 of 18

BAB 5 — Dunia yang Baru

787 words

Kaiser terus berjalan. Ia tidak menoleh ke belakang. Dua orang dari Sindikasi masih berdiri di tempat mereka. Mereka tidak mengejar. Bukan karena takut. Setidaknya, belum. Mereka hanya belum tahu seberapa kuat Kaiser sebenarnya. Dan Kaiser juga belum tahu. Ia berjalan bersama Shadow Hound melewati jalan sempit menuju kawasan kumuh. Beberapa orang yang sedang beraktivitas mulai memperhatikan mereka. Tatapan mereka berpindah dari Kaiser... ke Shadow Hound. Kemudian kembali kepada Kaiser. Bisikan mulai terdengar. “Bukankah itu Kaiser?” “Monster?” “Dia melakukan Awakening?” Kaiser pura-pura tidak mendengar. Shadow Hound berjalan di sampingnya. Kaiser meliriknya. “Lu terkenal.” Shadow Hound menatapnya dengan ekspresi datar. “Bukan gue.” Kaiser menunjuk dirinya sendiri. “Gue juga nggak.” Mereka terus berjalan. Namun semakin dekat ke kawasan tempat tinggalnya, semakin banyak tatapan yang mengikuti. Kaiser tidak terbiasa menjadi pusat perhatian. Selama bertahun-tahun, keberadaannya hampir tidak pernah dianggap penting oleh siapa pun. Sekarang hanya karena seekor monster berjalan di sampingnya, orang-orang mulai memperhatikannya. Kaiser menggaruk kepala. “Ribet.” Sesampainya di depan gudang tua, Kaiser membuka pintu yang sudah hampir lepas dari engselnya. “Masuk.” Shadow Hound berhenti. Kaiser menoleh. “Apa?” Shadow Hound mencium udara. Kemudian masuk. Kaiser mengikuti dari belakang dan menutup pintu. Untuk beberapa saat, suasana kembali tenang. Kaiser meletakkan tasnya. Ia mengeluarkan barang-barang hasil memulung yang masih bisa dijual. Kemudian ia menghitung uang yang tersisa. Beberapa keping koin. Tidak banyak. Kaiser menatapnya. Kemudian menatap Shadow Hound. Monster itu sedang berbaring di sudut ruangan. Kaiser menghela napas. “Masalah baru.” Shadow Hound membuka satu mata. “Kita butuh makanan.” Telinganya bergerak. “Dan gue cuma punya uang segini.” Kaiser mengangkat beberapa keping koin. Shadow Hound kembali menutup matanya. “Jangan tidur.” Satu mata terbuka lagi. “Gue lagi ngomong serius.” Shadow Hound diam. Kaiser menatapnya beberapa detik. “...Lu emang nggak peduli, ya?” Tidak ada jawaban. Kaiser mendengus. “Yaudah.” Ia kemudian membuka Panel. Kali ini ia tidak hanya melihat statusnya. Ia mulai membaca setiap bagian yang tersedia. [Tamer Panel] Nama: Kaiser Usia: 16 Level: 1 Rank: Dasar Contract: 1 Kaiser menggeser layar. Ada beberapa menu lain. [Status] [Contract] [Inventory] [Ability] [Information] Kaiser berhenti di bagian Information. “Ini baru berguna.” Ia membukanya. Informasi dasar tentang dunia Tamer muncul di hadapannya. Tamer. Monster. Kontrak. Level. Rarity. Evolution. Kaiser membaca semuanya perlahan. Semakin lama membaca, semakin banyak ekspresi aneh muncul di wajahnya. “Jadi monster bisa berevolusi…” Ia menggeser layar. “Dan ada tujuh tingkat rarity.” Geser. “Cammeon, Uncammeon, Rare…” Geser lagi. “Super Rare, Epic, Legend…” Kaiser berhenti. Di bagian paling bawah hanya terdapat satu kata. Mitik. Kaiser menyipitkan mata. “Mitik?” Ia membaca keterangannya. Rarity tertinggi. Jumlah sangat terbatas. Kaiser bersandar ke dinding. “Jauh banget.” Ia kemudian melihat informasi tentang level. Level monster dan Tamer berkembang melalui pengalaman. Kaiser melihat Shadow Hound. “Berarti kalau lu naik level…” Shadow Hound membuka mata. “…gue juga naik.” Monster itu menatapnya. Kaiser menunjuk dirinya sendiri. “Lumayan.” Ia kemudian menemukan informasi tentang evolusi. [Evolution] Tahap Evolusi: Lv. 5 Lv. 10 Lv. 20 Lv. 40 Lv. 70 Lv. 90 Lv. 100 Kaiser membaca dengan serius. “Jadi masih panjang.” Ia memandang Shadow Hound. “Lu bisa berevolusi?” Shadow Hound berdiri. Kaiser membuka statusnya. Tidak ada informasi lengkap. Hanya data dasar. Kaiser mengerutkan kening. “Panel gue nggak kasih semuanya.” Ia terdiam. Kemudian teringat kalimat yang muncul ketika Awakening. [Anomali terdeteksi.] Kaiser memandang Panel. “Anomali…” Tidak ada jawaban. Ia mencoba bertanya. “Panel.” Diam. “Anomali apa?” Tidak ada perubahan. Kaiser mengetuk layar. “Oi.” Tetap tidak ada jawaban. Kaiser menghela napas. “Pelayanan buruk.” Shadow Hound menatapnya. “Jangan lihat gue.” Kaiser menutup Panel. Ia kemudian berdiri. “Besok kita cari makanan.” Shadow Hound ikut berdiri. Kaiser mengambil tasnya. “Dan gue harus cari tahu cara jadi Tamer.” Ia membuka pintu gudang. Udara malam masuk. Kaiser berhenti sebentar. Dunia yang selama ini ia kenal sebenarnya masih sama. Kota. Kawasan kumuh. Sindikasi. Utang. Kelaparan. Semuanya masih ada. Tapi sekarang ada satu hal baru. Sebuah dunia yang selama ini hanya ia dengar dari cerita orang lain. Dunia para Tamer. Dunia yang dihuni orang-orang yang mampu mengendalikan monster. Dunia tempat para Tamer kuat memiliki kekayaan, status, dan kekuasaan. Dan untuk pertama kalinya... Kaiser melihat sebuah jalan keluar. Bukan jalan yang mudah. Bukan jalan yang aman. Tapi sebuah jalan. Ia mengepalkan tangannya. “Kalau gue harus bayar utang…” Kaiser tersenyum. “…sekalian aja gue jadi kaya.” Shadow Hound menatapnya. Kaiser menoleh. “Apa?” Shadow Hound memalingkan wajah. Kaiser mengangguk. “Gue tahu.” Ia melangkah keluar. “Ambisi gue memang besar.” Beberapa langkah kemudian, Kaiser berhenti. Ia menatap langit malam. Lalu berkata dengan wajah serius: “Besok kita cari makanan dulu.” Shadow Hound menatapnya. Kaiser mengangguk mantap. “Itu prioritas utama.” Dan untuk pertama kalinya sejak Awakening— Kaiser mulai melangkah menuju dunia yang sama sekali belum ia pahami. Tanpa tahu bahwa di balik Panel miliknya... ada sesuatu yang bahkan belum ia mengerti. Sesuatu yang membuat Awakening-nya berbeda dari Tamer biasa. Sesuatu yang suatu hari nanti akan mengubah seluruh perjalanan hidupnya.

End of Chapter 5