Chapter 15 of 18

BAB 15 — Wilayah yang Belum Dikenal

1.1k words

Pagi itu, Kaiser kembali meninggalkan kawasan kumuh. Tas baru tergantung di bahunya. Dagger baru berada di pinggang. Beberapa perbekalan tersimpan rapi di dalam tas. Nox berjalan di sampingnya. Keduanya bergerak menuju arah yang berbeda dari biasanya. Bukan ke timur. Bukan ke bukit tempat mereka pernah berburu. Kali ini Kaiser memilih jalan menuju utara. Ia masih mengingat petunjuk dari Panel. [Jalan menuju Level 10 tidak berada di tempat yang sama dengan jalan menuju Level 5.] Kaiser masih memikirkan kalimat itu. “Kayaknya sistem mulai makin pelit informasi.” Nox menoleh. “Dulu kasih arah. Sekarang malah kasih teka-teki.” Nox mengibaskan ekornya. Kaiser menghela napas. “Ya udah.” Mereka terus berjalan. Semakin jauh dari kawasan manusia, semakin sedikit bangunan yang terlihat. Tanah mulai berubah. Jalan yang sebelumnya cukup jelas perlahan berubah menjadi jalur tanah. Rumput liar tumbuh tinggi. Beberapa pohon besar berdiri di sepanjang jalan. Kaiser berhenti sebentar. Ia melihat ke belakang. Kawasan tempat tinggalnya sudah tidak terlihat. “Jauh juga.” Nox mengendus udara. Tidak ada bahaya. Kaiser kembali berjalan. Beberapa jam kemudian, mereka menemukan sebuah jalan lama. Jalan itu terlihat seperti bekas jalur kendaraan. Namun sebagian besar sudah tertutup rumput dan akar. Kaiser berjongkok. Ada bekas roda. “Berarti masih ada orang yang lewat sini.” Nox mendekat. Kaiser melihat bekas jejak kaki. Beberapa baru. Beberapa sudah lama. Ia berdiri. “Kalau ada manusia, kemungkinan ada monster juga.” Nox menggeram kecil. Kaiser tersenyum. “Tenang.” Mereka melanjutkan perjalanan. Tidak lama kemudian— KRAK! Kaiser berhenti. Nox langsung merendahkan tubuh. Suara ranting patah terdengar dari balik pepohonan. Kaiser menarik dagger. Beberapa detik kemudian, seekor monster keluar. Bentuknya seperti kadal besar. Namun ukurannya hampir dua kali lipat dari Horn Lizard biasa. Tubuhnya dilapisi sisik cokelat. Dua tanduk kecil tumbuh di kepalanya. Panel Kaiser muncul. [Identify] Spesies: Boulder Lizard Jenis: Beast Atribut: Earth Level: 6 Rarity: Uncammeon Kaiser membaca informasi tersebut. “Level enam.” Nox berdiri di sampingnya. Kaiser tidak langsung menyerang. Ia mengamati monster itu. Boulder Lizard menundukkan tubuh. Kemudian— BOOM! Ia melesat. “Sekarang!” Nox bergerak. Dusk Step. Tubuhnya menghilang dari pandangan. Boulder Lizard melewati posisi Nox. Kaiser bergerak ke samping. Ia mengaktifkan Energy Barrier. DUK! Ekor monster menghantam Barrier. Kaiser terdorong beberapa langkah. “Berat juga.” Nox muncul dari belakang. Shadow Fang! Serangan mengenai tubuh Boulder Lizard. Namun monster itu tidak jatuh. Kaiser mengerutkan kening. “Pertahanannya keras.” Boulder Lizard berbalik. Nox melompat mundur. Kaiser memperhatikan. Monster itu memiliki tubuh kuat. Tapi gerakannya lambat. “Jangan lawan kekuatannya.” Nox menatapnya. “Pancing.” Nox bergerak. Boulder Lizard mengejar. Kaiser berlari dari sisi lain. Monster itu mencoba mengejar Kaiser. Kaiser sengaja mendekat. Kemudian mundur. “Sedikit lagi.” Boulder Lizard membuka mulut. Kaiser langsung mengaktifkan Barrier. Sebuah semburan batu kecil ditembakkan. DUK! DUK! DUK! Energy Barrier menahan sebagian. Kaiser terdorong. Namun ia tidak jatuh. “Nox!” Duskfang Wolf melesat. Shadow Fang! Boulder Lizard kehilangan keseimbangan. Kaiser masuk dari samping. Dagger di tangannya bergerak cepat. Slash! Ia menyerang bagian tubuh yang tidak terlindungi sisik tebal. Boulder Lizard menggeram. Nox kembali menyerang. Kali ini monster itu jatuh. Beberapa detik kemudian... Tubuhnya berubah menjadi cahaya. Sebuah kristal jatuh ke tanah. Kaiser mengambilnya. “Lumayan.” Panel muncul. [Level EXP diperoleh.] Kaiser melihat statusnya. Level: 5 Belum cukup untuk naik. Kaiser memasukkan kristal ke dalam tas. “Berarti mulai Level 6, monster seperti ini baru cocok.” Ia melihat Nox. Nox juga masih Level 5. “Masih panjang.” Mereka melanjutkan perjalanan. Namun semakin jauh mereka pergi, lingkungan menjadi semakin aneh. Pepohonan semakin besar. Kabut tipis mulai muncul di antara batang-batang pohon. Kaiser berhenti. “Nggak ada di peta yang gua lihat.” Ia mengeluarkan sebuah peta sederhana yang dibelinya sebelumnya. Wilayah yang mereka datangi hanya ditandai sebagai: Zona Liar. Tidak ada detail. Kaiser melipat peta. “Berarti belum banyak orang datang.” Nox mengendus udara. Tiba-tiba telinganya berdiri. Kaiser langsung memperhatikan. “Ada apa?” Nox menatap ke arah barat. Kaiser mengikuti pandangannya. Tidak ada apa-apa. Namun beberapa detik kemudian— terdengar suara. Ting. Seperti logam beradu. Kaiser mengangkat tangan. “Manusia.” Nox mengangguk kecil. Mereka bergerak perlahan menuju sumber suara. Kaiser tidak langsung muncul. Ia bersembunyi di balik pohon. Di kejauhan terdapat tiga orang. Mereka adalah Tamer. Satu pria membawa pedang. Seorang perempuan membawa busur. Dan seorang pemuda berdiri di belakang mereka. Ketiganya sedang menghadapi sekumpulan monster. Kaiser memperhatikan. Monster-monster itu berbeda dari yang biasa ia lihat. Tubuhnya kecil. Berwarna abu-abu. Memiliki tanduk. Panel muncul. [Identify] Spesies: Stone Horn Jenis: Beast Atribut: Earth Level: 7 Rarity: Uncammeon Kaiser mengamati pertarungan. Tiga Tamer itu bekerja sama dengan cukup baik. Tidak sempurna. Tapi jelas lebih berpengalaman daripada dirinya. Pria dengan pedang menarik perhatian monster. Tamer dengan busur menyerang dari jauh. Pemuda di belakang menggunakan kemampuan pendukung. Kaiser memperhatikan semuanya. Bukan hanya pertarungan. Cara mereka bergerak. Cara mereka berkomunikasi. Cara mereka menjaga jarak. “Jadi begini cara kelompok Tamer bertarung.” Nox duduk di sampingnya. Kaiser terus memperhatikan. Salah satu Stone Horn hampir menyerang Tamer dengan busur dari belakang. Pria dengan pedang langsung menyadarinya. “Belakang!” Perempuan itu bergerak. Serangan monster meleset. Kaiser mengangguk pelan. “Komunikasi.” Ia mencatatnya dalam pikirannya. Selama ini ia hanya bertarung bersama Nox. Mereka memang memiliki hubungan yang cukup baik. Namun mereka hampir tidak pernah berkomunikasi menggunakan kata-kata. Mereka mengandalkan insting. Itu berhasil. Tapi melawan musuh yang lebih kuat... mungkin tidak akan cukup. Pertarungan selesai. Ketiga Tamer mulai mengumpulkan kristal. Kaiser tidak mendekat. Ia hanya mengamati. Beberapa menit kemudian, kelompok tersebut pergi. Kaiser keluar dari persembunyian. Nox mengikuti. “Gua kira jadi kuat itu cuma latihan.” Kaiser melihat ke arah jalan yang dilalui kelompok tadi. “Ternyata cara bertarung juga harus dipelajari.” Ia membuka Panel. Tidak ada misi. Tidak ada petunjuk baru. Kaiser tersenyum tipis. “Berarti yang ini harus gua cari sendiri.” Mereka kembali berjalan. Namun setelah beberapa puluh meter— Panel tiba-tiba muncul. [MISI BARU] Nama: Mata yang Mengamati Tujuan: Pelajari teknik bertarung Tamer lain. Batas Waktu: Tidak ada. Hadiah: ??? Kaiser berhenti. Ia membaca layar tersebut dua kali. Kemudian tertawa kecil. “Lu serius?” Panel tidak menjawab. Kaiser menggeleng. “Ya udah.” Ia menatap arah kelompok Tamer tadi menghilang. “Kalau memang itu petunjuknya...” Kaiser menggenggam tali tasnya. “Gua cari sendiri.” Nox berjalan di sampingnya. Mereka melanjutkan perjalanan menuju wilayah yang semakin dalam. Namun kali ini Kaiser tidak hanya mencari monster untuk dikalahkan. Ia mulai mencari sesuatu yang lebih penting. Pengetahuan. Karena Kaiser akhirnya memahami satu hal. Level mungkin membuat tubuhnya lebih kuat. Monster mungkin membuat peluang hidupnya lebih besar. Tetapi seorang Tamer yang hanya mengandalkan kekuatan... tetap bisa kalah dari seseorang yang tahu cara menggunakan kekuatannya. Dan untuk pertama kalinya sejak Awakening— Kaiser mulai belajar bukan hanya bagaimana menjadi kuat. Tapi bagaimana menjadi seorang Tamer.

End of Chapter 15

Chapter 15: BAB 15 — Wilayah yang Belum Dikenal - The Shadow Tamer: Awakening | Novel AI Studio