Chapter 11 of 18

BAB 11 — Pengawas

1.3k words

Langkah Kaiser terhenti. Di kejauhan, beberapa kendaraan berwarna hitam bergerak perlahan melewati jalan utama kawasan kumuh. Bukan kendaraan biasa. Lambang pemerintah Tamer terpampang jelas di bagian sampingnya. Kaiser menyipitkan mata. Nox berdiri di sampingnya. Tubuhnya kini jauh berbeda dibanding beberapa hari lalu. Bulu gelapnya terlihat lebih tebal. Tubuhnya lebih besar dan berotot. Tatapannya jauh lebih tajam. Duskfang Wolf. Kaiser mengusap dagunya. “Kayaknya kita punya masalah.” Nox mengeluarkan suara rendah. “Gue tahu.” Kaiser menarik tudung jaketnya sedikit. Ia tidak panik. Setidaknya, wajahnya tidak menunjukkan kepanikan. Namun pikirannya mulai bekerja. Pemerintah. Kenapa mereka ada di sini? Jawabannya sebenarnya cukup jelas. Awakening. Seorang anak berusia enam belas tahun dari kawasan kumuh tiba-tiba mencapai Level 5 dalam waktu sangat singkat. Dan bukan hanya itu. Monster kontraknya berevolusi menjadi spesies Rare. Itu jelas bukan sesuatu yang mudah disembunyikan. Kaiser menoleh kepada Nox. “Lu kelihatan mencolok.” Nox menatapnya. Kaiser menghela napas. “Bukan salah lu.” Ia melihat kembali kendaraan pemerintah. “Gue juga nggak bisa nyalahin mereka kalau penasaran.” Salah satu kendaraan berhenti. Pintunya terbuka. Tiga orang turun. Dua di antaranya mengenakan seragam resmi Tamer Pemerintah. Yang satu lagi berbeda. Seorang pria sekitar akhir tiga puluhan turun paling terakhir. Tidak menggunakan perlengkapan tempur berat. Tidak membawa senjata yang terlihat. Namun Energy Barrier tipis mengelilingi tubuhnya. Kaiser langsung menyadarinya. Orang itu bukan petugas biasa. Panel Kaiser muncul secara otomatis. Namun informasi yang ditampilkan sangat terbatas. [Target terdeteksi.] [Identifikasi sedang dilakukan...] [Informasi terbatas.] Nama: ??? Level: ??? Rank: ??? Kaiser mengangkat alis. “...Oh.” Sistemnya bahkan tidak bisa membaca orang itu. Menarik. Namun Kaiser tidak tersenyum. Ia tahu bahwa semakin kuat seseorang, semakin berbahaya mencoba mencari tahu terlalu banyak. Pria itu berjalan mendekat. Dua petugas lainnya mengikuti beberapa langkah di belakang. Nox langsung berdiri lebih tegak. Kaiser mengangkat tangannya. “Tenang.” Nox tidak bergerak. Tapi tatapannya tetap terkunci pada pria tersebut. Pria itu berhenti beberapa meter di depan Kaiser. Untuk beberapa detik, tidak ada yang berbicara. Kemudian pria itu membuka suara. “Namamu Kaiser?” Kaiser memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. “Iya.” “Usia enam belas?” “Iya.” “Baru Awakening?” Kaiser mengangguk. “Beberapa hari lalu.” Salah satu petugas di belakang pria itu terlihat sedikit terkejut. Pria tersebut tetap tenang. “Dan monster di sampingmu?” Kaiser menoleh. “Nox.” Pria itu memperhatikan Nox. Tatapannya berubah sedikit. “Duskfang Wolf.” Kaiser diam. “Rare.” Kaiser masih diam. Pria itu kembali menatapnya. “Benar?” Kaiser mengangguk. “Iya.” Pria tersebut tidak langsung melanjutkan. Ia hanya mengamati Kaiser. Pakaian sederhana. Sepatu yang sudah lama digunakan. Tas kecil. Tidak ada lambang organisasi. Tidak ada perlengkapan Tamer profesional. Tidak ada guru atau pendamping. Kemudian ia melihat Nox. Seekor Shadow Hound Cammeon yang terluka seharusnya tidak berkembang menjadi seperti ini dalam waktu singkat. Setidaknya tidak dengan kondisi Kaiser. Pria itu akhirnya berkata, “Siapa yang melatihmu?” Kaiser menjawab singkat. “Nggak ada.” “Mentor?” “Nggak punya.” “Organisasi?” “Nggak ada.” Pria itu sedikit mengernyit. “Fasilitas latihan?” Kaiser menggeleng. “Nggak ada.” Suasana menjadi hening. Petugas di belakang pria itu mulai saling melihat. Pria tersebut bertanya lagi. “Lalu bagaimana kau bisa mencapai Level 5?” Kaiser mengangkat bahu. “Latihan.” “Dengan siapa?” Kaiser menunjuk Nox. “Sama dia.” Nox menoleh kepada Kaiser. Seolah-olah tidak yakin apakah dirinya baru saja dilibatkan dalam percakapan. Kaiser menambahkan, “Kadang dia juga bantu gue.” Pria itu menatap Nox. Kemudian kembali kepada Kaiser. “Bantu bagaimana?” Kaiser berpikir sebentar. “Ya... bunuh monster.” Salah satu petugas hampir tersedak. Kaiser menatapnya. “Kenapa?” “Tidak ada.” Pria yang berada di depan Kaiser menghela napas kecil. “Kau cukup santai untuk seseorang yang sedang diperiksa pemerintah.” Kaiser mengangkat bahu. “Gue harus takut?” Pria itu tidak menjawab. Kaiser menatapnya balik. Ia tidak tahu siapa orang ini. Tidak tahu levelnya. Tidak tahu tujuannya. Tapi satu hal jelas. Orang ini bukan datang untuk bertarung. Kalau memang ingin menangkapnya, mereka tidak akan berdiri dan bertanya seperti ini. Kaiser mulai menghitung kemungkinan. Pemerintah punya banyak alasan untuk mengawasinya. Namun mereka juga punya aturan. Setidaknya sejauh yang ia pahami dari informasi yang baru ia pelajari. Tamer yang baru Awakening biasanya akan mendapatkan pendataan. Terutama jika ditemukan memiliki perkembangan tidak biasa. Pria itu akhirnya mengulurkan tangan. “Namaku Raven Holt.” Kaiser melihat tangan tersebut. Kemudian menjabatnya. “Kaiser.” “Ya. Aku tahu.” Kaiser langsung melepaskan tangannya. Raven tersenyum tipis. “Aku salah satu pengawas lapangan dari pemerintah pusat.” Kaiser mengangguk. “Pengawas.” “Benar.” Raven melihat Nox lagi. “Kami menerima laporan tentang Tamer baru di daerah ini.” Kaiser tidak menjawab. “Awalnya kami mengira itu hanya Awakening biasa.” Raven berhenti sebentar. “Kemudian kami menerima informasi bahwa monster kontraknya sudah mencapai Level 5.” Tatapan Raven berubah lebih serius. “Dan telah berevolusi menjadi Rare.” Kaiser tetap diam. “Dalam waktu yang sangat singkat.” Angin bertiup melewati jalan. Kaiser bisa merasakan Nox sedikit menegang. Ia menyentuh kepala Nox sebentar. “Tenang.” Kemudian Kaiser kembali menatap Raven. “Terus?” Raven terlihat sedikit heran. “Terus?” “Iya.” Kaiser mengangkat bahu. “Lu datang jauh-jauh cuma buat bilang gue berkembang cepat?” Raven tertawa kecil. “Tidak.” Ia memasukkan tangannya ke saku. “Aku datang untuk memastikan siapa kau.” Kaiser mengerutkan kening. “Memastikan?” “Ya.” Raven memandang kawasan di sekitar mereka. Kemudian kembali kepada Kaiser. “Seorang anak dari kawasan kumuh. Tidak memiliki mentor. Tidak memiliki organisasi. Baru Awakening. Tapi dalam waktu singkat sudah mencapai Level 5.” Raven menatap Nox. “Dan monster kontraknya mengalami evolusi.” Kaiser terdiam. “Hal seperti ini cukup langka.” Kaiser mengangguk pelan. “Terus lu mau ngapain?” “Belum tahu.” Jawaban itu membuat Kaiser sedikit terkejut. Raven melanjutkan. “Aku tidak datang untuk memaksamu bergabung dengan pemerintah.” Kaiser sedikit mengendur. “Bagus.” “Tapi aku juga tidak bisa membiarkanmu berjalan tanpa pengawasan sama sekali.” Kaiser kembali waspada. “Kenapa?” “Karena kau masih enam belas tahun.” Raven menatapnya dengan serius. “Dan dunia di luar pangkalan jauh lebih berbahaya daripada yang mungkin kau bayangkan.” Kaiser diam. Raven melanjutkan, “Level bukan satu-satunya hal yang menentukan apakah seorang Tamer bisa bertahan.” Ia menunjuk Nox. “Monster yang kuat tanpa pengalaman juga bisa mati.” Kemudian menunjuk Kaiser. “Begitu pula Tamernya.” Kaiser tidak membantah. Karena ia tahu itu benar. Ia sendiri hampir mati saat pertama kali bertemu Shadow Hound. Kalau bukan karena Awakening... Mungkin semuanya sudah berakhir. Raven berkata, “Besok pagi, datang ke kantor cabang pemerintah.” Kaiser mengangkat alis. “Buat?” “Pendataan.” Kaiser menatap Raven beberapa detik. “Wajib?” “Secara hukum, Tamer baru memang harus melakukan registrasi.” Kaiser menghela napas. “Repot.” Raven tersenyum. “Dunia memang begitu.” Kaiser memandang jalan di depannya. Kemudian menatap Nox. Nox menatap balik. Kaiser akhirnya mengangguk. “Oke.” Raven terlihat puas. “Bagus.” Ia berbalik hendak pergi. Namun sebelum masuk kendaraan, Raven berhenti. “Kaiser.” Kaiser menoleh. “Jangan mencoba menyembunyikan perkembanganmu.” Kaiser menyipitkan mata. Raven melanjutkan, “Orang yang berkembang cepat akan selalu menarik perhatian.” Kemudian ia masuk ke kendaraan. Beberapa detik kemudian, kendaraan pemerintah mulai bergerak meninggalkan kawasan tersebut. Kaiser tetap berdiri di tempat. Nox berjalan mendekat. Kaiser menatap kendaraan yang semakin jauh. “Dia tahu terlalu banyak.” Nox menggeram pelan. “Gue juga mikir begitu.” Kaiser kemudian berjalan pulang. Namun langkahnya tidak lagi santai seperti sebelumnya. Besok. Ia harus datang ke kantor pemerintah. Harus melakukan registrasi. Harus menjelaskan bagaimana ia mendapatkan Nox. Harus menjelaskan bagaimana Nox berevolusi. Dan yang paling mengganggu... Ia harus memastikan tidak ada seorang pun mengetahui tentang kemampuan sebenarnya yang ia miliki. Fusion. Kaiser belum tahu seberapa berbahayanya kemampuan itu. Belum tahu sejauh mana kemampuannya dapat berkembang. Dan ia jelas belum berniat menunjukkannya kepada siapa pun. Kaiser melihat tangannya. Ia mengepalkan jari. “Pelan-pelan.” Nox berjalan di sampingnya. Kaiser tersenyum tipis. “Kalau dunia baru ini mau kenal gue...” Ia menatap langit sore. “Gue juga harus mulai kenal dunia ini.” Untuk pertama kalinya sejak Awakening, Kaiser mulai memahami satu hal. Menjadi Tamer bukan sekadar memiliki kekuatan. Ada pemerintah. Ada organisasi. Ada aturan. Ada Tamer lain. Ada monster. Dan di balik semuanya... Ada dunia yang jauh lebih besar daripada kawasan kumuh tempat ia selama ini hidup. Kaiser belum tahu apa yang menunggunya. Namun satu hal sudah pasti. Mulai hari itu, ia tidak lagi bisa hidup sebagai anak biasa. Dan mungkin... Itulah harga pertama dari kekuatan yang baru saja ia dapatkan.

End of Chapter 11

Chapter 11: BAB 11 — Pengawas - The Shadow Tamer: Awakening | Novel AI Studio