Chapter 10 of 18
BAB 10 — Jejak yang Terlihat
1.2k words
Kaiser masih berdiri di tempat yang sama.
Tatapannya belum lepas dari Nox.
Duskfang Wolf itu berdiri beberapa meter di depannya.
Tubuhnya jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Bulu hitamnya terlihat lebih tebal dan rapi. Beberapa bagian tubuhnya memiliki pola abu-abu gelap yang samar, seperti cahaya senja yang tertutup awan.
Sepasang matanya tetap sama.
Kaiser masih mengenal tatapan itu.
“Jadi... lu masih lu.”
Nox menggeram kecil.
Kaiser tersenyum.
“Bagus.”
Ia membuka Panel lagi.
[Contract Monster]
Nama: Nox
Spesies: Duskfang Wolf
Jenis: Beast
Atribut: Shadow
Level: 5
Rarity: Rare
Potential: B
Kondisi: Sehat
Kaiser membaca bagian kemampuan.
[Abilities]
Dusk Step
Memungkinkan pengguna berpindah dengan cepat melalui area yang memiliki bayangan.
Shadow Fang
Memperkuat serangan taring dengan energi Shadow.
Night Sense
Mendeteksi keberadaan makhluk hidup melalui perubahan energi dan bayangan di sekitar.
Kaiser terdiam.
“Dusk Step...”
Ia menatap bayangan di bawah kaki Nox.
“Coba.”
Nox memiringkan kepala.
Kaiser menunjuk sebuah pohon sekitar lima meter di depan.
“Ke sana.”
Nox merendahkan tubuh.
Bayangan di bawah kakinya bergerak.
Kemudian—
Whoosh!
Tubuh Nox menghilang.
Kaiser terkejut.
“...Hah?”
Satu detik kemudian, Nox sudah berdiri di dekat pohon.
Kaiser membuka mulut.
“Cepat juga.”
Nox menoleh.
Kaiser berjalan mendekat.
“Sekali lagi.”
Nox kembali ke tempat semula.
“Ke sana.”
Nox menggunakan Dusk Step.
Kali ini Kaiser memperhatikan dengan lebih teliti.
Bukan teleportasi.
Nox tidak benar-benar menghilang.
Tubuhnya seperti bergerak mengikuti bayangan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Kaiser mengangguk.
“Jadi bukan teleport.”
Ia berpikir sebentar.
“Lebih seperti... perpindahan cepat melalui bayangan.”
Nox kembali berdiri di sampingnya.
Kaiser mengusap kepalanya.
“Lumayan.”
Nox menggeram.
Kaiser menatapnya.
“Jangan minta dipuji terus.”
Nox memalingkan wajah.
Kaiser tertawa kecil.
Mereka tidak langsung pulang.
Kaiser justru memutuskan menguji kemampuan baru Nox lebih jauh.
Mereka kembali menuju wilayah yang lebih dalam.
Kali ini Kaiser jauh lebih percaya diri.
Namun bukan berarti ia menjadi ceroboh.
Ia masih ingat bagaimana rasanya dihantam monster beberapa hari lalu.
Kekuatan baru bukan alasan untuk berhenti berpikir.
Beberapa ratus meter dari lokasi evolusi, mereka menemukan monster lain.
Seekor monster berbentuk babi hutan dengan tanduk kecil.
Kaiser membuka Panel.
[Monster Terdeteksi]
Spesies: Horn Boar
Jenis: Beast
Atribut: Earth
Level: 5
Rarity: Cammeon
Kaiser melihat Nox.
“Level lima.”
Nox menatap monster tersebut.
Kaiser mengangkat tangan.
“Coba kemampuan baru lu.”
Nox langsung maju.
Horn Boar mengeluarkan suara keras dan menyerang.
Tubuhnya melaju seperti batu yang dilempar.
Nox menunggu.
Satu detik sebelum tabrakan—
bayangan di bawah kakinya bergerak.
Whoosh!
Nox menghilang.
Horn Boar melewati tempatnya berdiri.
Kaiser tersenyum.
“Bagus.”
Nox muncul di belakang monster.
CRACK!
Taring Nox menghantam kaki belakang Horn Boar.
Monster itu terhuyung.
Namun belum jatuh.
Ia berbalik dan menyerang Nox.
Nox kembali menggunakan Dusk Step.
Kali ini ia muncul di samping.
Kemudian—
Slash!
Shadow Fang mengenai tubuh Horn Boar.
Kaiser melihat bekas luka gelap muncul di tubuh monster.
“Shadow Fang juga kuat.”
Horn Boar mengamuk.
Kaiser ikut maju.
Ia mengangkat Energy Barrier.
BRAK!
Serangan monster menghantam Barrier.
Kaiser menahan posisi.
“Nox!”
Duskfang Wolf itu langsung bergerak.
Kaiser sengaja menarik perhatian monster.
Begitu Horn Boar berfokus kepadanya—
Nox menyerang dari belakang.
Serangan terakhir membuat monster itu jatuh.
Panel muncul.
[Monster dikalahkan.]
Namun kali ini tidak ada kenaikan level.
Kaiser membuka status.
Tetap Level 5.
“Belum cukup.”
Ia tidak kecewa.
Justru tersenyum.
Sekarang ia mulai memahami bagaimana sistem bekerja.
Setiap pertarungan bukan hanya tentang naik level.
Ia mendapatkan pengalaman.
Memahami kemampuan.
Mempelajari monster.
Membangun kerja sama dengan Nox.
Dan perlahan—
menjadi Tamer yang lebih baik.
Menjelang sore, Kaiser dan Nox berhenti di dekat sungai kecil.
Kaiser duduk di atas batu.
Nox berbaring di sampingnya.
Kaiser membuka Mission System.
Tidak ada misi baru.
Hanya satu tulisan.
[Misi Utama: Langkah Pertama]
Status: Selesai
Kaiser mengangkat alis.
“Hah?”
Ia menyentuh panel.
Sebuah jendela baru muncul.
[Hadiah Misi diterima.]
[Akses Informasi Baru terbuka.]
Kaiser menunggu.
Kemudian beberapa informasi muncul.
[Informasi Tamer: Evolution]
Evolution Point:
Lv. 5 → Lv. 10 → Lv. 20 → Lv. 40 → Lv. 70 → Lv. 90 → Lv. 100
Kaiser membaca perlahan.
“Jadi setelah lima...”
Ia menggeser Panel.
[Evolution Crystal]
Evolution umumnya membutuhkan Evolution Crystal yang sesuai dengan jalur evolusi.
Alternatif evolusi dapat muncul berdasarkan kondisi tertentu.
Kaiser langsung teringat Nox.
Ia tersenyum.
“Berarti yang tadi itu alternatif.”
Kemudian informasi lain muncul.
[Catatan]
Tidak semua jalur evolusi dapat terdeteksi oleh Tamer Panel biasa.
Kaiser terdiam.
Ia menatap Panel.
“Berarti... kemampuan sistem gua memang berbeda.”
Tidak ada jawaban.
Kaiser tersenyum.
“Gua belum tahu kenapa.”
Ia menutup Panel.
“Gua cari tahu nanti.”
Kaiser berdiri.
“Nox.”
Duskfang Wolf itu ikut berdiri.
“Kita pulang.”
Perjalanan kembali lebih cepat.
Dusk Step membuat Nox mampu bergerak jauh lebih cepat melewati wilayah yang memiliki banyak bayangan.
Kaiser bahkan beberapa kali harus mengejarnya.
“Jangan jauh-jauh!”
Nox berhenti.
Kaiser menyusul sambil terengah.
“Gila... baru berevolusi udah ngebut.”
Nox menatapnya.
Kaiser menunjuk ke depan.
“Pulang.”
Mereka terus berjalan.
Namun ketika mendekati kawasan kumuh—
Kaiser berhenti.
Ada sesuatu yang berbeda.
Dua kendaraan berdiri di dekat jalan masuk.
Bukan kendaraan sindikasi.
Kendaraan itu memiliki lambang pemerintah di bagian samping.
Kaiser menyipitkan mata.
“...Pemerintah?”
Nox berdiri di sampingnya.
Kaiser langsung memberi isyarat agar Nox tetap tenang.
Beberapa orang turun dari kendaraan.
Mereka mengenakan seragam resmi.
Salah satu dari mereka memegang sebuah perangkat seperti tablet.
Ia berbicara dengan warga sekitar.
“Apakah di daerah ini ada Tamer baru?”
Seorang warga menunjuk ke arah gudang tua.
“Di sana ada anak yang tinggal sendirian.”
Petugas itu melihat arah yang ditunjuk.
“Namanya?”
“Kurang tahu.”
Petugas membuka perangkatnya.
Beberapa data muncul.
“Enam belas tahun.”
Ia membaca lebih lanjut.
“Tidak memiliki riwayat Tamer.”
“Tidak terdaftar dalam organisasi mana pun.”
Petugas itu mengerutkan kening.
Kemudian perangkatnya berbunyi.
[Data Awakening baru terdeteksi.]
Petugas melihat layar.
“...Kaiser.”
Nama itu tercatat.
Namun ada sesuatu yang membuatnya berhenti.
Ia membaca data terbaru.
Kemudian matanya sedikit melebar.
“Level lima?”
Petugas lain mendekat.
“Baru Awakening?”
“Seharusnya.”
“Monster kontraknya?”
Petugas pertama melihat data.
Ia terdiam beberapa saat.
Kemudian membaca ulang.
“Tidak masuk akal.”
“Ada apa?”
Petugas menyerahkan perangkatnya.
Di layar terlihat:
Tamer: Kaiser
Usia: 16
Level: 5
Contract Monster:
Duskfang Wolf
Level: 5
Rarity: Rare
Petugas kedua terdiam.
“Duskfang Wolf?”
“Ya.”
“Dia baru Awakening?”
“Data menunjukkan begitu.”
Keduanya saling memandang.
Tidak ada yang langsung mengatakan bahwa Kaiser adalah seorang jenius.
Mereka belum tahu.
Namun satu hal sudah jelas.
Perkembangannya terlalu cepat untuk diabaikan.
Petugas pertama memasukkan kembali perangkatnya.
“Kita cari anak itu.”
Di kejauhan, Kaiser belum mengetahui apa yang sedang terjadi.
Ia hanya melihat kendaraan pemerintah.
Ia tidak tahu bahwa namanya baru saja masuk ke dalam daftar perhatian pemerintah.
Ia juga tidak tahu bahwa seseorang sedang mencarinya.
Kaiser hanya berdiri di samping Nox.
Kemudian berkata pelan,
“Kayaknya kita punya masalah.”
Nox menatapnya.
Kaiser menghela napas.
“Gua cuma mau pulang.”
Nox menggeram kecil.
Kaiser menatapnya.
“Jangan bilang lu mau lari.”
Nox diam.
Kaiser tersenyum tipis.
“Ya udah.”
Ia mulai berjalan.
“Hadapi aja.”
Untuk pertama kalinya—
Kaiser berjalan pulang bukan sebagai anak dari daerah kumuh yang berusaha bertahan hidup.
Ia berjalan sebagai seorang Tamer Level 5.
Dengan seekor Duskfang Wolf Rare di sisinya.
Dan tanpa Kaiser sadari—
hari-hari ketika tidak ada seorang pun yang memperhatikan keberadaannya telah berakhir.