Home/Adventure/The Last Cartographer of a Dying World

by Ather·Translated by Novel AI Studio
The Last Cartographer of a Dying World “Jika dunia melupakan sesuatu, apakah sesuatu itu benar-benar pernah ada?” Di dunia Elyndra, sebuah peta bukan sekadar gambaran tentang dunia. Peta menentukan apa yang nyata. Selama sebuah tempat masih tercatat dalam World Atlas, tempat itu akan terus bertahan. Namun setiap seratus tahun, fenomena misterius bernama The Unmaking muncul dan perlahan menghapus bagian-bagian dunia dari keberadaan. Bukan menghancurkannya. Melainkan membuatnya seolah tidak pernah ada. Ketika kota kecil tempat Cael Ardent tinggal menjadi salah satu wilayah yang terancam terhapus, pemuda berusia delapan belas tahun itu menemukan peninggalan terakhir milik ibunya: sebuah kompas kuningan tua dan peta yang menunjukkan sebuah wilayah yang tidak pernah tercatat dalam sejarah Elyndra. Lebih aneh lagi, peta tersebut menggambarkan seluruh dunia mereka. Di atasnya tertulis sebuah kalimat: “This world has already been erased once.” Sejak saat itu, Cael terpaksa meninggalkan rumah dan melakukan perjalanan sebagai seorang Cartographer - profesi yang hampir punah dan dipercaya mampu menemukan tempat-tempat yang sedang dilupakan oleh dunia. Dalam perjalanannya, ia bertemu Mira, gadis yang mampu mengingat orang-orang yang telah dihapus dari sejarah, Rowan, mantan prajurit yang mencari sebuah desa yang diyakini tidak pernah ada, serta seekor burung putih misterius yang ternyata menyimpan rahasia tentang dunia yang telah hilang. Namun Cael segera menyadari bahwa kemampuan yang dimilikinya bukanlah anugerah biasa. Dengan World Script, ia dapat mengubah keberadaan sesuatu melalui kemampuan bernama Rewrite. Tetapi setiap kali ia mengubah kenyataan, sebagian dari ingatannya sendiri akan menghilang. Sementara itu, sebuah organisasi bernama The Final Library bergerak dari balik bayangan di bawah pimpinan sosok misterius yang dikenal sebagai The Archivist. Bagi mereka, The Unmaking bukanlah bencana. Itu adalah proses yang diperlukan. Karena dunia yang sedang mereka tinggali buk