Chapter 3 of 5

Penolakan yang membuat penasaran

290 words

Valeria meletakkan secangkir kopi di hadapan Raka. Ruangan itu sunyi, hanya suara hujan yang mengetuk jendela apartemen. "Aku bisa mengubah hidupmu," ucap Valeria tenang. "Kuliah terbaik, tempat tinggal yang layak, bahkan pekerjaan setelah lulus. Kamu tak perlu lagi bekerja sampai larut malam." Raka menatap cangkir kopinya tanpa menyentuhnya. "Kenapa saya?" tanyanya. Valeria tersenyum tipis. "Karena aku melihat sesuatu dalam dirimu. Aku ingin kamu selalu berada di sisiku." Kalimat itu menggantung di udara. Raka memahami bahwa tawaran tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan. Ia menghela napas pelan. "Bu Valeria, saya berterima kasih atas semua yang Ibu lakukan untuk banyak orang, termasuk beasiswa yang saya terima." Valeria menunggu kelanjutannya. "Tapi saya tidak ingin hidup saya bergantung pada seseorang. Kalau suatu hari saya berhasil, saya ingin itu karena kerja keras saya sendiri." "Padahal semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan hari ini." "Mungkin." Raka berdiri, merapikan kemejanya. "Yang mudah belum tentu benar." Tatapan Valeria berubah. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, seseorang menolak segala kemewahan yang ia tawarkan tanpa ragu. "Kamu sadar apa yang baru saja kamu tolak?" "Saya sadar." "Kamu tidak menyesal?" Raka menggeleng. "Uang bisa dicari lagi. Harga diri jauh lebih sulit didapat kembali." Ruangan kembali sunyi. Valeria memandang punggung Raka yang berjalan menuju pintu. Anehnya, rasa kecewa yang ia kira akan muncul justru berubah menjadi kekaguman. Selama ini banyak orang datang kepadanya demi kekuasaan, relasi, atau kemewahan. Namun pemuda itu memilih pergi membawa prinsipnya. Saat pintu tertutup, Valeria tersenyum kecil. "Menarik..." gumamnya. "Ternyata masih ada orang yang tidak bisa dibeli." Di sisi lain koridor, Raka menarik napas panjang. Ia tidak tahu bahwa keputusan sederhana itu baru saja mengubah jalan hidupnya. Penolakan tersebut membuat Valeria semakin yakin bahwa Raka menyimpan kualitas yang jauh lebih berharga daripada prestasi akademiknya—kejujuran, keberanian, dan keteguhan pada prinsip.

End of Chapter 3

Chapter 3: Penolakan yang membuat penasaran - Story of Valeria Family | Novel AI Studio