Chapter 3 of 5

PENJAGA LEVEL 80

1.4k words

Malam belum berakhir. Di dalam gua yang gelap, Arka masih berdiri menatap layar sistem. [Ancaman baru terdeteksi.] [Monster Guardian telah terbangun.] [Level: 80] Wajah Arka langsung berubah. "Level delapan puluh..." Tangannya mengepal. Monster terkuat yang pernah ia lihat sebelumnya hanya berada di sekitar level enam puluhan. Dan sekarang... seekor monster Level 80 berada tepat di luar gua. Arka menoleh kepada Fenrir. "Fenrir." Makhluk kecil itu berdiri. Matanya yang merah menatap pintu gua. [Fenrir: Aku tahu.] "Seberapa kuat dia?" Fenrir terdiam beberapa saat. [Fenrir: Cukup kuat untuk membunuhku dalam kondisiku sekarang.] Arka membeku. "Kau serius?" Fenrir mengangguk. [Fenrir: Tubuhku belum kembali seperti dahulu.] Arka menarik napas dalam-dalam. "Kalau begitu kita jangan melawannya." Fenrir menatapnya. [Fenrir: Setuju.] Arka segera membuka peta sistem. Namun peta tersebut hampir seluruhnya gelap. Hanya area kecil di sekitar mereka yang terlihat. "Kalau kita keluar dari sini, kita harus pergi ke mana?" Fenrir mendekati Arka. [Fenrir: Barat.] "Barat?" [Fenrir: Ada reruntuhan kuno di sana.] Arka membuka mata lebar. "Reruntuhan?" [Fenrir: Salah satu tujuh segel berada di sana.] Arka langsung memahami. "Jadi kita harus menuju segel pertama?" Fenrir mengangguk. [Fenrir: Jika kita menemukannya, mungkin kekuatanku bisa dipulihkan.] Arka tersenyum. "Kalau begitu..." Ia menggenggam pisau kecilnya. "Kita pergi sekarang." Fenrir menatapnya. [Fenrir: Ada masalah.] "Apa?" [Fenrir: Guardian berada di depan pintu gua.] Arka langsung terdiam. Beberapa detik kemudian... BOOM! Satu pukulan menghantam dinding gua. Batu-batu berjatuhan dari langit-langit. Arka mundur. "Dia tahu kita di sini!" BOOOOM! Pukulan kedua. Retakan besar muncul di dinding. Fenrir langsung berdiri di depan Arka. Bulu hitamnya berdiri. Aura merah keluar dari tubuh kecilnya. Grrrrrr... Arka menatap Fenrir. "Fenrir." [Fenrir: Jangan khawatir.] "Aku justru khawatir." Fenrir menatap Arka. [Fenrir: Aku akan membeli waktu.] "Dan aku?" [Fenrir: Lari.] Arka menggeleng. "Tidak." Fenrir terdiam. "Aku tidak akan meninggalkanmu." Untuk pertama kalinya... Fenrir terlihat terkejut. Arka tersenyum. "Kita sudah membuat kontrak." Ia mengangkat tangannya. "Partner tidak meninggalkan partner." Fenrir menatapnya cukup lama. Kemudian— [Fenrir: Bodoh.] Arka tertawa kecil. "Mungkin." BOOOOM! Dinding gua hancur. Batu-batu beterbangan. Arka mengangkat kedua tangan untuk melindungi wajah. Ketika debu mulai menghilang... sosok besar berdiri di depan gua. Arka menatapnya. Tubuh monster itu hampir setinggi lima meter. Kulitnya hitam seperti besi. Di kepalanya terdapat dua tanduk besar. Empat mata merah menyala. Dan di tangan kanannya terdapat pedang batu raksasa. Sistem langsung memberikan informasi. [ANALISIS MONSTER] Nama: Guardian Nocturn Spesies: Dark Minotaur Level: 80 Kualitas: LEGENDARIS HP: 18.500/18.500 Kekuatan: ??? Pertahanan: ??? Skill: [Dark Roar] [Guardian Slash] [Shadow Step] [Ancient Seal] Arka menelan ludah. "Ini monster legendaris juga?" Fenrir berdiri di depannya. [Fenrir: Ya.] Guardian Nocturn mengangkat pedangnya. Kemudian suaranya bergema. "Fenrir." Fenrir menatapnya. "Kembalilah ke segel." Fenrir menggeram. [Fenrir: Tidak.] Guardian Nocturn mengangkat pedangnya. "Maka kau akan dimusnahkan." Arka maju satu langkah. "Hei!" Guardian menatapnya. Keempat matanya langsung mengarah kepada Arka. "Manusia." Arka merasakan tekanan luar biasa. Kakinya hampir lemas. Namun ia tetap berdiri. "Dia partner-ku." Guardian terdiam. Kemudian... "Kau?" Arka mengangguk. "Ya." Guardian tertawa rendah. "Manusia yang tidak memiliki kekuatan..." Tatapan Guardian berubah tajam. "Berani menyebut Raja Monster sebagai partner?" Arka mengepalkan tangan. "Aku tidak peduli siapa dia." Arka menunjuk Fenrir. "Yang aku tahu, dia menyelamatkanku." Fenrir menatap Arka. [Fenrir: Master...] Arka tersenyum. "Kalau dia Raja Monster atau bukan, itu urusan belakangan." Guardian menggenggam pedangnya. "Menarik." Pedang raksasa itu terangkat. "Kalau begitu..." Aura hitam meledak. "Buktikan bahwa kau layak berdiri di sisi Raja." BOOOOM! Guardian menghilang. Arka bahkan tidak sempat melihat gerakannya. WHOOSH! Pedang besar tiba-tiba muncul di depan wajahnya. Fenrir menerjang. BRAAAK! Fenrir menahan serangan tersebut dengan tubuhnya. Tanah di bawah kakinya retak. "FENRIR!" Fenrir terdorong puluhan meter. [Fenrir: Jangan diam!] Arka menggertakkan gigi. Sistem tiba-tiba berbunyi. [DING!] [Kondisi kritis terdeteksi.] [Kemampuan Master belum cukup.] [Apakah Anda ingin menggunakan Skill Darurat?] Arka melihat satu pilihan baru. [PENJINAKAN PAKSA] Memungkinkan Master memberikan perintah kepada monster yang tidak terikat kontrak selama 3 detik. Risiko: Energi Jiwa -100%. Arka terkejut. "Energi jiwaku cuma sepuluh!" Namun kemudian ia melihat Fenrir. Makhluk itu bangkit. Darah mengalir dari bahunya. Tetapi ia tetap berdiri. Arka menggertakkan gigi. "Gunakan." [Skill Darurat diaktifkan.] [Energi Jiwa: 10 → 0] Tubuh Arka langsung terasa lemas. Namun cahaya biru muncul di tangannya. Sebuah perintah muncul di layar. [Target tersedia.] Guardian Nocturn Arka menunjuk monster tersebut. "Berhenti!" Cahaya biru melesat. WHOOM! Guardian Nocturn tiba-tiba berhenti bergerak. Arka berteriak— "Fenrir!" Fenrir memahami perintah tersebut. Tubuh kecilnya melesat. BOOOOM! Ia menghantam dada Guardian. Monster raksasa itu terpental. Namun hanya beberapa meter. Guardian segera bangkit. "Menarik..." Arka terkejut. "Efeknya cuma tiga detik?" [Sisa waktu: 2 detik.] "Fenrir!" Fenrir membuka mulut. Aura merah terkumpul. [Roar of the King!] GRAAAAAAAAAAAAH! Raungan Fenrir mengguncang seluruh hutan. Pohon-pohon di sekitar mereka tumbang. Guardian Nocturn terpaksa berlutut. [Sisa waktu: 1 detik.] Arka melihat kesempatan. "Fenrir, serang segel di dadanya!" Fenrir langsung melompat. Di dada Guardian terdapat simbol kuno bercahaya. CRAAASH! Fenrir menghantam simbol tersebut. KRAK! Segel pecah. Guardian Nocturn langsung terdiam. Aura hitam yang mengelilingi tubuhnya menghilang. Kemudian... DUK. Ia berlutut. Arka terengah-engah. "Berhasil?" Guardian menundukkan kepala. "Raja..." Fenrir mendekatinya. [Fenrir: Aku tidak lagi berada di bawah kendalimu.] Guardian menjawab. "Segel pertama telah rusak." Arka membeku. "Apa?" Guardian menunjuk ke arah barat. "Segel kuno yang kalian cari..." Ia kemudian perlahan berubah menjadi cahaya hitam. "Tidak berada di reruntuhan." Arka menatapnya. "Lalu di mana?" Guardian mengangkat tangannya. Sebuah simbol muncul di udara. Peta kuno terbentuk. Ada tujuh titik merah. Salah satunya berkedip. "Segel pertama berada di Kota Valdris." Arka mengerutkan kening. "Kota Valdris?" Fenrir langsung terlihat serius. [Fenrir: Kota manusia.] Arka mengangguk. "Bagus." Fenrir menatapnya. [Fenrir: Tidak bagus.] "Kenapa?" Fenrir menjawab. [Fenrir: Karena Kota Valdris adalah pusat para Penjinak Monster.] Arka terdiam. Kemudian sistem berbunyi. [DING!] [Wilayah baru terdeteksi.] [Tujuan berikutnya terbuka.] [KOTA VALDRIS] [MISI BARU] Menuju Kota Valdris Tujuan: Temukan segel pertama. Jangan biarkan identitas Fenrir diketahui. Cari informasi tentang tujuh segel. Hadiah: 1.000 EXP 3.000 Gold Skill Monster Acak Slot Kontrak +1 Bonus Rahasia: ??? Arka tersenyum. "Jadi kita harus menyusup ke kota para penjinak." Fenrir mengangguk. [Fenrir: Ya.] Arka melihat tubuh Fenrir yang masih kecil. "Kalau begitu..." Ia mengangkat Fenrir dan memasukkannya ke dalam tas kain besar. Fenrir langsung protes. [Fenrir: Apa yang kau lakukan?!] "Kalau mereka melihat serigala hitam bermata merah, kita pasti dicurigai." [Fenrir: Aku bukan barang bawaan.] "Diam." [Fenrir: Master!] Arka tertawa. Mereka kemudian meninggalkan gua. Namun sebelum pergi... Arka melihat kembali Guardian Nocturn. "Hei." Guardian menatapnya. "Apakah kau akan mengejar kami?" Guardian menggeleng. "Tidak." Ia menundukkan kepala. "Raja telah memilih Master." Arka terdiam. Guardian kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Arka merinding. "Namun ingat..." "Jika tujuh segel terbuka..." "Bukan hanya monster yang akan keluar." Arka mengerutkan kening. "Maksudmu?" Guardian perlahan menghilang. Suara terakhirnya bergema di udara. "Sesuatu yang jauh lebih tua daripada para monster..." "sedang menunggu di balik gerbang." Hening. Arka menatap Fenrir. Fenrir juga diam. Kemudian sistem berbunyi. [DING!] [Rahasia dunia terdeteksi.] [Level sistem meningkat.] [SISTEM PENJINAK MONSTER LEGENDARIS — LEVEL 2] Fitur Baru Terbuka: [Monster Shop] [Monster Fusion] [Peta Dunia] [Analisis Evolusi] Arka tersenyum. "Level dua." Ia membuka Peta Dunia. Untuk pertama kalinya... seluruh wilayah Eldoria mulai terlihat. Desa Arvendell berada di bagian selatan. Kota Valdris berada jauh di utara. Namun di tengah peta... terdapat sebuah wilayah yang seluruhnya berwarna hitam. Tidak ada nama. Tidak ada informasi. Hanya satu tulisan: [AREA TERLARANG] [JANGAN MASUK] Arka menatap wilayah itu. "Kenapa sistem menyembunyikan tempat ini?" Fenrir menjawab pelan. [Fenrir: Karena bahkan aku tidak ingin pergi ke sana.] Arka menatapnya. "Seberbahaya itu?" Fenrir mengangguk. [Fenrir: Di sanalah Raja Pertama Monster tidur.] Arka terdiam. "Raja Pertama?" Fenrir memejamkan mata. [Fenrir: Jika aku adalah Raja Monster...] Fenrir membuka mata merahnya. [Fenrir: Maka dia adalah alasan mengapa para monster memiliki seorang raja.] Arka menatap peta. Untuk sesaat... ia merasa perjalanan yang baru dimulainya jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan. Ia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya bukan sampah. Namun sekarang... ia harus melindungi Fenrir. Mencari tujuh segel. Menghadapi para penjinak monster. Dan mungkin... menghadapi makhluk yang bahkan ditakuti oleh Raja Monster. Arka mengepalkan tangan. "Kalau begitu, kita mulai dari Kota Valdris." Fenrir mengangguk. [Fenrir: Ayo, Master.] Mereka berjalan menuju utara. Tanpa mereka sadari... jauh di dalam hutan, sesuatu sedang memperhatikan mereka. Dua mata emas terbuka. Sebuah suara tua terdengar. "Jadi..." "Manusia itu telah dipilih." Bayangan besar bergerak di balik pepohonan. "Menarik." "Mari kita lihat..." "apakah dia mampu bertahan sampai segel ketujuh." BERSAMBUNG — BAB 4: KOTA VALDRIS, KOTA PARA PENJINAK MONSTER

End of Chapter 3

Chapter 3: PENJAGA LEVEL 80 - SISTEM PENJINAK MONSTER LEGENDARIS | Novel AI Studio