Chapter 2 of 5

RAJA MONSTER YANG TERSEGEL

1.4k words

Malam semakin gelap. Kabut tipis menyelimuti Hutan Kelam Arvendell. Di antara pepohonan tua, puluhan monster berdiri dalam diam. Tidak ada satu pun yang berani bergerak. Semuanya menundukkan kepala ke arah makhluk kecil yang berdiri di samping Arka. Arka sendiri masih terpaku. "Apa-apaan ini...?" Tangannya menggenggam erat pisau kecil di pinggang. Monster-monster di hadapannya bukanlah makhluk lemah. Ada serigala bertaring panjang. Goblin berkulit hijau. Beruang bertanduk. Bahkan beberapa monster yang pernah Arka lihat dari buku-buku tua. Namun semuanya... berlutut. Arka menatap makhluk kecil di sampingnya. Tubuhnya masih terlihat seperti anak serigala kecil. Bulu hitam. Telinga panjang. Mata merah. Tetapi aura yang keluar dari tubuhnya benar-benar berbeda. "Siapa sebenarnya kamu?" Makhluk itu hanya menatap Arka. Kemudian— DING! Layar biru muncul. [Kontrak Jiwa telah mencapai kestabilan.] [Identitas Monster berhasil dibuka.] Arka langsung membaca. [INFORMASI MONSTER] Nama: ??? Spesies: Fenrir Ras: Serigala Pemakan Langit Level: 1 Kualitas: LEGENDARIS Status: Terikat Kontrak Kesetiaan: 100/100 Garis Keturunan: Raja Monster Kuno Potensi Evolusi: Tidak diketahui Skill: [???] [???] [???] Arka membelalakkan mata. "Fenrir?" Nama itu pernah ia dengar. Dalam buku sejarah kuno desa, Fenrir disebut sebagai salah satu monster terkuat yang pernah ada. Makhluk yang konon mampu menghancurkan kerajaan hanya dengan satu raungan. Namun legenda tersebut dianggap hanya dongeng. "Mustahil..." Arka berjongkok. Ia memperhatikan Fenrir kecil itu. "Kau benar-benar Fenrir?" Fenrir hanya mengibaskan ekornya. Wuff. Arka terdiam. Monster yang katanya mampu menghancurkan kerajaan... sekarang terlihat seperti anak anjing. "Serius?" Fenrir memiringkan kepala. Wuff? Arka tidak bisa menahan senyum. "Ya ampun..." Namun senyum itu hanya bertahan beberapa detik. Karena tiba-tiba— GRAAAARRR! Salah satu monster di barisan depan bangkit. Seekor serigala bertubuh besar melangkah maju. Bulunya hitam pekat. Taringnya panjang. Matanya merah. [ANALISIS MONSTER] Nama: Dire Wolf Level: 8 Kualitas: Langka Arka mundur. "Level delapan..." Bagi Arka yang baru level satu, monster itu sangat berbahaya. Dire Wolf membuka mulutnya. GRAAAARR! Kemudian melompat. Arka refleks mengangkat pisau. "Fenrir!" Namun sebelum Arka sempat bergerak— Fenrir menghilang. BOOM! Tubuh Dire Wolf terpental dan menghantam pohon. Pohon besar itu sampai retak. Arka terdiam. Fenrir berdiri di depan Arka. Tubuhnya masih kecil. Tetapi matanya berubah tajam. Grrrr... Dire Wolf mencoba bangkit. Namun Fenrir hanya menatapnya. Aura merah menyebar. Monster level delapan tersebut langsung gemetar. Kemudian... DUK! Ia kembali berlutut. Arka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Dia bahkan tidak menyerang..." Sistem kembali berbunyi. [DING!] [Skill pasif Fenrir terdeteksi.] [Tekanan Raja Monster.] [Monster dengan garis keturunan lebih rendah akan mengalami penurunan keberanian.] Arka menatap Fenrir. "Jadi kau membuat mereka takut hanya dengan aura?" Fenrir mengangguk kecil. Arka mengusap kepalanya. "Hebat juga." Namun sistem tiba-tiba menampilkan pesan baru. [Misi Darurat telah muncul.] Arka langsung serius. [MISI DARURAT] Judul: Segel yang Retak Deskripsi: Kekuatan Fenrir telah membangunkan energi kuno di dalam Hutan Kelam. Makhluk-makhluk yang tertidur selama ratusan tahun mulai terbangun. Tujuan: Selamatkan diri dan Fenrir dari pengejaran monster tingkat tinggi. Hadiah: 500 EXP 1 Peti Monster Skill Acak Ruang Kontrak +1 Kegagalan: Kematian. Arka terdiam. "Kematian?" Sistem tidak memberikan jawaban. Kemudian... BOOOOM! Ledakan terdengar dari kejauhan. Tanah kembali bergetar. Semua monster di sekitar Arka mendadak panik. Mereka mulai berlari. Arka menoleh. "Apa yang terjadi?" Fenrir menggeram. GRRRR... Untuk pertama kalinya sejak kontrak terbentuk... Arka melihat Fenrir ketakutan. "Fenrir?" Makhluk kecil itu menatap ke arah utara. Dari balik pepohonan muncul asap hitam. Kemudian terdengar suara. ROOOOAAARRR! Suara itu begitu kuat hingga daun-daun berjatuhan. Arka merasakan tekanan di dadanya. "Apa itu?" Sistem langsung memberikan peringatan. [PERINGATAN!] [Monster tingkat tinggi terdeteksi.] [Level: 37] [Spesies: Ogre Batu] Arka membeku. "Level tiga puluh tujuh?!" Monster itu jauh lebih kuat daripada dirinya. Bahkan Fenrir yang baru level satu mungkin belum mampu melawannya secara langsung. Ogre Batu muncul dari balik pepohonan. Tubuhnya setinggi rumah dua lantai. Kulitnya seperti batu. Di tangannya terdapat sebuah kapak raksasa. Monster itu melihat ke arah Arka. Kemudian melihat Fenrir. Matanya melebar. "Raja..." Suaranya berat. Arka terkejut. Monster itu bisa berbicara? Ogre tersebut mengangkat kapaknya. "Raja telah bangun!" BOOOOM! Ia menghantam tanah. Gelombang energi menyebar. Arka terlempar. "ARGH!" Tubuhnya menghantam pohon. Fenrir berlari ke arahnya. Arka mencoba berdiri. "Fenrir... kita tidak bisa melawannya." Fenrir menatap Arka. Kemudian membuka mulut. Untuk pertama kalinya... suara keluar dari tenggorokannya. "...Lari." Arka membeku. "Kau bisa bicara?!" Fenrir menoleh. "Belum... waktunya." Arka menelan ludah. Monster kecil itu ternyata bisa berbicara. Fenrir kembali menatap Ogre Batu. "Dia bukan lawan kita." Arka mengangguk. "Kalau begitu kita lari!" Arka segera berbalik. Namun tiba-tiba— DING! [Skill baru tersedia.] [Komunikasi Jiwa Lv.1 telah aktif.] [Efek: Master dan Monster dapat berkomunikasi melalui hubungan jiwa.] Arka tersenyum. "Setidaknya sekarang aku bisa memahami ucapanmu." Fenrir menjawab melalui hubungan jiwa. [Fenrir: Jangan senang dulu.] [Arka: Kenapa?] [Fenrir: Ada sesuatu yang lebih kuat di belakangnya.] Arka berhenti. "Apa?" Fenrir melihat ke arah hutan. [Fenrir: Sesuatu yang membangunkanku.] Arka merasa tengkuknya merinding. "Jadi Ogre itu bukan sumbernya?" Fenrir menggeleng. [Fenrir: Bukan.] Kemudian— KRAK... Terdengar suara ranting patah. Arka dan Fenrir langsung menoleh. Tidak ada siapa-siapa. Namun sistem mulai berbunyi tanpa henti. [DING!] [DING!] [DING!] [PERINGATAN!] [Beberapa monster tingkat tinggi telah memasuki area.] [Level 42.] [Level 51.] [Level 63.] Arka pucat. "Tiga monster?" Fenrir berdiri. Matanya mulai menyala merah. [Fenrir: Bukan tiga.] Arka menatapnya. "Berapa?" Fenrir diam beberapa detik. Kemudian menjawab. [Fenrir: Terlalu banyak untuk dihitung.] Arka langsung berlari. "Kalau begitu jangan tunggu!" Fenrir mengikuti di belakangnya. Mereka berlari menembus hutan. Cabang pohon menghantam wajah Arka. Tanah berlumpur membuat langkahnya berat. Napasnya mulai tersengal. "Aku tidak pernah menyangka hidupku bakal seperti ini!" Fenrir berlari di sampingnya. [Fenrir: Kau yang memilih kontrak denganku.] "Aku pikir kau cuma anak anjing!" Fenrir terdiam. [Fenrir: Aku tersinggung.] Arka hampir tertawa. "Maaf!" Mereka terus berlari. Namun tiba-tiba sebuah bayangan melintas di atas mereka. WHOOSH! Arka mendongak. Seekor burung raksasa terbang di langit. Sayapnya begitu besar hingga menutupi bulan. Sistem langsung menganalisis. [ANALISIS] Spesies: Roc Api Level: 63 Kualitas: EPIC Arka hampir tersandung. "Level enam puluh tiga..." Fenrir berkata melalui hubungan jiwa. [Fenrir: Jangan menatapnya.] "Kenapa?" [Fenrir: Predator udara.] Arka langsung menunduk. Mereka terus berlari. Tak lama kemudian mereka menemukan sebuah gua kecil. Arka masuk. "Di sini!" Fenrir ikut masuk. Arka menutup mulut gua menggunakan ranting dan batu. Mereka berdua diam. Suara monster terdengar di luar. GRAAAARRR! ROOOAAAR! KRAAAAK! Arka menahan napas. Beberapa menit kemudian... suasana kembali sunyi. Arka duduk bersandar di dinding gua. "Selamat..." Fenrir duduk di sampingnya. Arka membuka layar sistem. [STATUS MASTER] Nama: Arka Level: 1 EXP: 0/100 Energi Jiwa: 10 [MONSTER] Fenrir Level: 1 Kualitas: LEGENDARIS Kesetiaan: 100/100 Skill Terkunci: 3 Arka mengerutkan kening. "Kenapa skill-mu terkunci?" Fenrir menjawab. [Fenrir: Karena tubuhku belum pulih.] "Pulih dari apa?" Fenrir menundukkan kepala. [Fenrir: Aku disegel.] Arka terdiam. "Siapa yang menyegelmu?" Fenrir tidak langsung menjawab. Beberapa detik kemudian... [Fenrir: Manusia.] Arka terkejut. "Manusia?" Fenrir mengangguk. [Fenrir: Dahulu aku pernah menguasai wilayah utara Eldoria.] [Fenrir: Monster tunduk kepadaku.] [Fenrir: Tetapi manusia takut pada kekuatanku.] [Fenrir: Mereka kemudian menggunakan tujuh artefak kuno untuk menyegel tubuhku.] Arka menatapnya. "Lalu siapa yang membebaskanmu?" Fenrir menatap Arka. [Fenrir: Kau.] Arka menunjuk dirinya sendiri. "Aku?" [Fenrir: Jiwa manusia biasa tidak akan mampu membangunkan segel.] Fenrir mendekat. [Fenrir: Tetapi jiwamu berbeda.] Arka terdiam. "Apa maksudmu?" Fenrir belum menjawab. Tiba-tiba... DING! Layar sistem muncul. [Rahasia garis keturunan Master terdeteksi.] [Informasi belum dapat dibuka.] [Syarat belum terpenuhi.] Arka mengerutkan kening. "Jadi bahkan sistem menyembunyikan sesuatu dariku?" Fenrir menatapnya. [Fenrir: Saatnya belum tiba.] Arka menghela napas. "Baiklah." Ia kemudian berdiri. "Aku punya satu pertanyaan lagi." Fenrir menatapnya. "Kenapa monster-monster tadi memanggilmu Raja?" Fenrir terdiam. Lalu matanya berubah merah. [Fenrir: Karena aku bukan sekadar Raja Monster.] Arka menunggu. Fenrir melanjutkan. [Fenrir: Aku adalah penjaga gerbang menuju dunia monster.] Arka membeku. "Dunia monster?" Fenrir mengangguk. [Fenrir: Dan jika segelku benar-benar hancur...] Fenrir menatap keluar gua. [Fenrir: Gerbang itu akan terbuka.] Arka merasa jantungnya berhenti berdetak. "Dan apa yang terjadi jika gerbangnya terbuka?" Fenrir menjawab pelan. [Fenrir: Monster akan turun ke dunia manusia.] Hening. Arka menatap layar sistem. Kemudian sebuah pesan baru muncul. [QUEST UTAMA TERBUKA] [RAJA MONSTER TELAH BANGKIT] Tujuan Utama: Lindungi Fenrir. Pulihkan garis keturunan Fenrir. Temukan tujuh segel kuno. Cegah terbukanya Gerbang Monster. Hadiah: ??? Kegagalan: ??? Arka mengepalkan tangan. Beberapa jam lalu dirinya hanyalah pemuda desa yang dianggap tidak berguna. Sekarang... sebuah monster legendaris berada di sisinya. Dan nasib dunia mungkin berada di tangannya. Arka menatap Fenrir. "Kalau begitu..." Ia tersenyum. "Kita cari tujuh segel itu." Fenrir menatapnya. Kemudian tersenyum tipis. [Fenrir: Bersiaplah, Master.] [Fenrir: Karena mulai besok...] [Fenrir: seluruh dunia akan mulai memburu kita.] Di luar gua... dua mata merah tiba-tiba terbuka di tengah kegelapan. Kemudian suara berat terdengar. "Raja telah kembali..." "Bangunkan para penjaga." "Jangan biarkan manusia itu membawa Raja keluar dari hutan." Arka tidak mengetahui bahwa percakapan itu sedang terjadi. Namun sistem mengetahuinya. [DING!] [Ancaman baru terdeteksi.] [Monster Guardian telah terbangun.] [Level: 80] Layar sistem berkedip. [Selamat datang di dunia sebenarnya, Master.] BERSAMBUNG — BAB 3: PENJAGA LEVEL 80

End of Chapter 2