Chapter 8 of 36

Chapter 8 —Crimson Resonace

707 words

Ruangan itu masih sunyi. Leo berdiri di depan layar, menatap glyph yang beberapa saat lalu telah menunjukkan cahaya crimson. Sekarang simbol itu kembali diam. Tidak ada denyutan. Tidak ada gangguan. Hanya gambar statis yang terpampang di layar. Namun Leo belum berani mengalihkan pandangan. Ia masih merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya. Sesuatu yang tidak seharusnya ada. “Kenapa kau bereaksi...?” Tidak ada jawaban. Leo memperbesar kembali bagian tengah glyph. Garis tipis itu terlihat seperti retakan kecil di antara pola-pola lainnya. Ia menyentuh layar. Denyut. Leo tersentak. Cahaya crimson kembali muncul. Kali ini lebih terang. Bayangan di bawah kakinya bergerak sendiri. “...!” Leo segera menarik tangannya. Namun sudah terlambat. Cahaya merah itu menyebar dari layar, bukan sebagai cahaya biasa, melainkan seperti gelombang yang menembus ruangan. Kemudian— Semuanya menghilang. --- Leo berdiri di tempat yang tidak ia kenal. Tidak ada markas. Tidak ada layar. Tidak ada kota. Di hadapannya terbentang sebuah ruangan yang sangat luas. Rak-rak buku memenuhi dinding hingga mencapai langit-langit. Buku-buku tua tersusun di sana. Sebagian tertutup debu. Sebagian lainnya tergeletak di lantai. Cahaya pucat masuk melalui jendela-jendela tinggi yang sebagian telah pecah. Leo menatap sekeliling. “Di mana...?” Ia melangkah maju. Suara langkahnya menggema di antara rak-rak kosong. Tempat itu terasa seperti perpustakaan. Tetapi bukan perpustakaan biasa. Ada sesuatu yang terasa tua di tempat ini. Sangat tua. Leo berjalan melewati sebuah meja panjang. Di atasnya terdapat buku terbuka. Halaman-halamannya dipenuhi simbol yang tidak ia kenali. Ia mencoba menyentuhnya. Tangannya menembus buku itu. Leo membeku. “Ini bukan tempat nyata.” Sebuah suara samar terdengar dari kejauhan. Tidak jelas. Seperti bisikan yang datang dari balik dinding. Leo menoleh. Tidak ada siapa pun. Kemudian pandangannya tertarik pada sebuah pintu besar di ujung perpustakaan. Di atas pintu itu terdapat lambang. Glyph yang sama. Crimson. Jantung Leo berdegup lebih cepat. Ia berjalan mendekatinya. Semakin dekat ia dengan pintu tersebut, semakin kuat denyutan di tubuhnya. Bayangan di bawah kakinya mulai bergerak. Sebuah perasaan asing memenuhi pikirannya. Bukan hanya rasa penasaran. Ada ketakutan. Ketakutan yang tidak bisa ia jelaskan. Seolah sebagian dari dirinya mengenali tempat itu. Seolah ia pernah berada di sana. Tetapi ingatan itu telah terkubur sangat dalam. Leo mengulurkan tangan. Jarinya hampir menyentuh gagang pintu. Lalu— CRACK. Sebuah retakan hitam muncul di seluruh pandangannya. Perpustakaan itu pecah seperti kaca. --- Leo tersentak kembali ke markas. Ia terjatuh dari kursinya. Napasnya memburu. Tangannya mencengkeram lantai. “Haah...” Beberapa detik ia hanya diam. Mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Perlahan ia menoleh ke layar. Glyph itu masih ada. Namun cahayanya telah menghilang. Leo berdiri. “Perpustakaan...” Ia mengambil buku catatan. Tangannya masih sedikit gemetar ketika menulis. Sebuah perpustakaan tua. Glyph berada di pintu. Ada kemungkinan tempat tersebut menyimpan informasi tentang Arcana. Ia berhenti. Kemudian menambahkan satu kalimat. Kemungkinan besar bukan sekadar visi acak. Leo menatap tulisannya. Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami. Bagaimana glyph bisa berinteraksi dengan Arcana miliknya? Mengapa ia bisa melihat tempat itu? Dan yang paling mengganggunya— mengapa tempat itu terasa familiar? Leo membuka sistem pemetaan kota. Ia mulai mencari lokasi perpustakaan yang telah ditinggalkan. Satu demi satu data muncul. Sebagian tidak relevan. Sebagian telah dihancurkan. Sebagian lagi sudah berubah fungsi. Leo terus mencari. Sampai sebuah nama muncul. Eclipse Academy Library. Leo berhenti. “Eclipse Academy...?” Ia membuka arsip lama. Akademi itu sudah tidak beroperasi selama bertahun-tahun. Bangunannya pernah menjadi salah satu pusat penelitian dan pendidikan Arcana paling penting di kota. Namun setelah sebuah insiden besar, akademi tersebut ditutup. Perpustakaannya ikut ditinggalkan. Leo menatap gambar bangunan lama. Bentuk jendelanya. Pilar-pilarnya. Pintu besar di bagian depan. Semuanya sama seperti yang ia lihat dalam penglihatan tadi. “Jadi itu tempatnya...” Ia memperbesar peta. Lokasinya berada di Sector 4. Leo terdiam. Sebuah kemungkinan muncul di kepalanya. Jika glyph memang menunjukkan tempat tersebut, mungkin jawaban tentang ancaman baru itu tersembunyi di sana. Mungkin juga ada catatan mengenai makhluk-makhluk misterius yang sedang muncul. Atau bahkan— asal-usul glyph. Leo mengambil topengnya. Namun sebelum ia sempat mengenakannya— BEEP! Sistem markas tiba-tiba berbunyi. Leo menoleh. Sebuah peringatan merah memenuhi layar. > ARCANA GUARD ACTIVE IN SECTOR 4 > IMMEDIATE PROXIMITY TO FORMER ECLIPSE ACADEMY LIBRARY Leo membeku. Matanya berpindah dari layar peringatan... ke peta. Lalu kembali ke glyph. “...Mereka juga menuju ke sana?” Untuk pertama kalinya malam itu, Leo tidak tahu apakah ia sedang mengejar sebuah petunjuk— atau justru sedang berjalan tepat menuju jebakan.

End of Chapter 8