Chapter 35 of 36

Chapter 35 — The Price of Resurrection

869 words

Kata-kata itu terus bergema di dalam pikiran Phantom Cipher. He lost everything to the Blight once. Now, he seeks to control it. To resurrect what was lost. Bukan untuk kekuasaan. Bukan semata-mata untuk kehancuran. Melainkan karena Thorne tidak pernah benar-benar menerima kehilangan itu. Phantom Cipher menundukkan kepala. Untuk sesaat, ia teringat masa lalunya sendiri. Hujan. Suara kepanikan. Keluarganya. Perasaan tidak berdaya yang selama ini ia coba kubur jauh di dalam dirinya. Perasaan yang sama yang mungkin pernah dirasakan Thorne. Perbedaannya hanya satu. Phantom Cipher memilih untuk terus berjalan. Thorne memilih untuk mencari jalan kembali. Dan sekarang seluruh kota harus membayar harga dari pilihan tersebut. “Jadi...” Phantom Cipher berkata perlahan, “dia mencoba melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mungkin.” Sosok bermata violet mengangguk. “Menghidupkan kembali mereka.” “Dengan Blight.” “Ya.” Phantom Cipher melihat fragmen yang masih berada di tangannya. Cahaya lembutnya kembali berdenyut. “Kalau begitu, mungkin itu sebabnya dia membutuhkan Arcana Conduit.” “Conduit adalah sumber yang cukup besar untuk memperluas pengaruh Blight.” “Dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa digunakan.” “Lebih dari itu.” Sosok itu menatapnya. “Thorne tidak hanya ingin mengendalikan Blight.” Ia berhenti sejenak. “Dia ingin memaksanya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifatnya.” Phantom Cipher mengerutkan kening. “Resurrection.” “Benar.” Hening kembali memenuhi tempat itu. Phantom Cipher menyadari betapa berbahayanya tujuan tersebut. Jika seseorang memiliki kekuatan yang cukup untuk memanipulasi kehidupan dan kematian, batas antara menyelamatkan seseorang dan menghancurkan kehidupan orang lain bisa menghilang. Dan Thorne telah berdiri terlalu dekat dengan batas itu. Mungkin terlalu lama. Phantom Cipher memejamkan mata. Ia memahami godaannya. Jika ia memiliki kesempatan untuk mengembalikan keluarganya... Apakah ia akan menolaknya? Pertanyaan itu membuatnya terdiam. Jawabannya tidak sesederhana yang ia inginkan. Ia ingin mengatakan tidak. Namun bagian terdalam dirinya tahu bahwa jika kesempatan tersebut benar-benar ada, godaan untuk meraihnya pasti sangat besar. Itulah yang membuat Thorne begitu berbahaya. Bukan karena ia tidak memiliki alasan. Melainkan karena alasannya adalah sesuatu yang dapat dipahami manusia. Kesedihan. Kehilangan. Harapan. Dan keinginan untuk memperbaiki sesuatu yang sudah tidak bisa diperbaiki. Phantom Cipher membuka matanya. “Kalau aku membiarkan perasaanku mengendalikan semuanya...” Tangannya mengepal. “...aku bisa menjadi seperti dia.” Sosok bermata violet tidak menyangkalnya. “Ya.” Jawaban sederhana itu terasa lebih berat daripada apa pun. Phantom Cipher menarik napas. “Kalau begitu aku harus menghentikannya.” “Bukan hanya menghentikannya.” Sosok itu berbalik. “Kau harus memutus sumbernya.” Ia mengangkat satu tangan. Bayangan di udara berkumpul. Kemudian sebuah hologram muncul. Sebuah peta besar Eclipse terbentang di antara mereka. Jaringan jalan. Bangunan. Terowongan. Saluran energi. Dan jauh di bawah semuanya— struktur raksasa yang membentuk Arcana Conduit. Phantom Cipher mendekat. “Ini peta Conduit?” “Bagian yang diketahui publik.” Sosok itu menggerakkan jarinya. Beberapa lapisan hologram menghilang. Kemudian sebuah jalur tersembunyi muncul. Turun jauh ke bawah. Lebih dalam daripada bagian Conduit yang pernah Phantom Cipher lihat. “Sub-level?” “Bagian lama.” Phantom Cipher memperhatikan jalurnya. “Tidak tercantum dalam sistem kota.” “Karena sudah lama tidak digunakan.” Peta terus memperbesar. Terlihat sebuah ruang besar di bawah struktur utama. Di tengahnya terdapat lingkaran energi tua yang dikelilingi simbol-simbol kuno. FORGOTTEN CORE Phantom Cipher menatap tulisan tersebut. “Forgotten Core...” “Bagian terdalam dari Arcana Conduit.” “Dan Thorne ada di sana?” “Belum.” Sosok itu menunjuk jalur lain. “Namun koneksi Blight miliknya mengarah ke sana.” Phantom Cipher langsung memahami. “Kalau aku memutus koneksinya di sana...” “Pengaruhnya terhadap Blight akan terputus.” “Dan rencana resurrection-nya gagal.” “Jika kau berhasil.” Phantom Cipher menatap peta itu. Ada satu masalah. “Kenapa kau tidak melakukannya sendiri?” Sosok itu terdiam. Untuk pertama kalinya, ekspresinya terlihat sedikit berbeda. Bukan takut. Melainkan sesuatu yang lebih sulit dibaca. “Karena aku tidak bisa.” Phantom Cipher menyipitkan mata. “Kenapa?” “Core itu hanya akan merespons seseorang dengan resonansi Arcana tertentu.” Phantom Cipher melihat fragmen di tangannya. “Seperti ini?” “Seperti dirimu.” Sistem internal Phantom Cipher langsung aktif. ARCANA RESONANCE DETECTED. FORGOTTEN CORE: COMPATIBILITY UNKNOWN. Ia terdiam. Jadi itulah alasan fragment tersebut diberikan kepadanya. Bukan hanya sebagai senjata. Melainkan sebagai kunci. Phantom Cipher menatap jalur menuju Forgotten Core. “Kalau aku masuk ke sana... apa yang akan terjadi?” Sosok itu tidak segera menjawab. Phantom Cipher menoleh. “Apa?” “Memutus hubungan antara Thorne dan Blight bukan sesuatu yang bisa dilakukan tanpa konsekuensi.” “Konsekuensi seperti apa?” Hening. Kemudian sosok itu menunjuk bagian paling dalam dari hologram. Sebuah lingkaran merah muncul. CORE LINK “Jika kau memutus koneksi itu,” katanya, “Core akan mencari sumber resonansi pengganti.” Phantom Cipher merasakan sesuatu yang tidak beres. “Dan sumber itu...” Sosok tersebut menatapnya. “Adalah dirimu.” Phantom Cipher terdiam. Fragmen di tangannya berdenyut lebih kuat. Sekarang ia mengerti mengapa sosok itu memperingatkannya. Mengapa compatibility-nya mencapai 87%. Mengapa fragmen tersebut terasa begitu familiar. Dan mengapa Forgotten Core mungkin dapat merespons dirinya. Namun masih ada satu hal yang belum dijelaskan. “Apa yang akan terjadi padaku?” Sosok bermata violet menatapnya cukup lama. Kemudian hologram diperbesar sekali lagi. Jalur menuju Forgotten Core berwarna merah. Satu kata muncul di tengah peta. SACRIFICE. Phantom Cipher menatapnya. Sosok itu akhirnya berkata, “You must sever his connection to the Blight at its source, deep within the Conduit's forgotten core. But beware, it will demand a sacrifice.” Phantom Cipher tidak langsung menjawab. Kata itu terus terpampang di hadapannya. Sacrifice. Dan untuk pertama kalinya malam itu, ia bertanya-tanya— apakah jalan untuk menyelamatkan Eclipse akan menuntutnya membayar harga yang sama seperti Thorne? Di kejauhan, suara sirene kembali terdengar. Sementara jauh di bawah tanah Eclipse... sesuatu di dalam Forgotten Core mulai terbangun.

End of Chapter 35