Chapter 29 of 36

Chapter 29 — A Plea in the Dark

632 words

Suara dari komunikator itu terus terngiang di kepala Phantom Cipher. > “Phantom Cipher... jika kau masih di luar sana... kami membutuhkanmu.” Sinyal telah terputus. Namun kalimat itu belum benar-benar pergi. Phantom berdiri di tengah jalan yang masih diselimuti kegelapan. Di sekelilingnya, Eclipse perlahan berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi ia kenali. Retakan memenuhi jalan. Sirene terdengar dari berbagai arah. Suara langkah kaki dan teriakan warga bercampur dengan gemuruh dari bawah tanah. Dan di kejauhan— sebuah raungan Blighted kembali mengguncang udara. Phantom menatap arah Central Park Sector. Biasanya, ia akan pergi sendiri. Itulah caranya selama ini. Tidak bergantung kepada siapa pun. Tidak memberi tahu siapa pun. Tidak membiarkan orang lain terlalu dekat dengan identitasnya. Karena semakin sedikit orang yang tahu tentang Phantom Cipher, semakin sedikit orang yang bisa menjadi sasaran akibat keberadaannya. Itulah yang selalu ia yakini. Namun malam ini... semuanya berbeda. Jumlah Blighted terlalu banyak. Arcana Guard kehilangan kendali. Arcana Conduit telah lumpuh. Dan sebagian besar kekuatannya sendiri belum kembali. Phantom mengangkat tangan, mencoba memanggil Shadow Arcana. Sebuah bayangan tipis muncul di ujung jarinya. Kemudian menghilang. Ia menghela napas. “Sendirian...” Tatapannya jatuh ke jalan yang gelap. “Gue nggak bisa menangani ini sendirian.” Mengucapkannya terasa asing. Bahkan hampir menyakitkan. Selama ini, ia menganggap bekerja sendiri sebagai bentuk perlindungan. Tetapi sekarang ia mulai melihat sisi lain dari keputusan itu. Jika ia terus bersikeras melakukan semuanya sendiri, siapa yang akan melindungi orang-orang yang tidak bisa ia jangkau? Siapa yang akan menahan Blighted di sektor lain ketika ia berada di Central Park? Siapa yang akan membantu mengevakuasi warga? Dan siapa yang akan menjaga agar serangan ini tidak menyebar lebih jauh? Phantom menutup matanya sesaat. Arcana Guard. Orang-orang yang selama ini mengejarnya. Orang-orang yang tidak mempercayainya. Valerius sendiri bahkan pernah menyebutnya sebagai liability. Namun sekarang mereka meminta bantuannya. Bukan karena mereka tiba-tiba mempercayainya. Melainkan karena mereka sedang kehabisan pilihan. Dan mungkin... untuk pertama kalinya, Phantom juga kehabisan pilihan. Ia membuka mata. “Kalau gue datang...” Phantom menatap arah Central Park. “...mereka mungkin tetap menganggap gue ancaman.” Tidak ada jawaban. “Kalau gue nggak datang...” Sebuah ledakan terdengar dari kejauhan. BOOM! Langit malam memantulkan cahaya samar dari sesuatu yang terbakar. Phantom langsung memahami jawabannya. Ia tidak perlu dipercaya untuk membantu. Ia hanya perlu datang. Namun sebelum bergerak— BEEP. Phantom membeku. Internal display miliknya kembali menyala. Di antara berbagai peringatan dan gangguan sinyal, sebuah notifikasi kecil muncul. INCOMING DISTRESS SIGNAL Ia membuka data tersebut. Sebuah daftar identitas muncul. Sebagian besar berasal dari unit-unit Arcana Guard yang tersebar di Central Park Sector. Namun ada satu identifier yang berbeda. Phantom menatapnya. Ia mengenal kode itu. Bukan dari database. Bukan dari laporan resmi. Melainkan dari seseorang yang pernah berdiri di hadapannya di Eclipse Academy. Seseorang yang seharusnya tidak memiliki alasan untuk mempercayainya. Pemuda Arcana Guard yang memberikan data chip kepadanya. Rekrut muda yang diam-diam membantunya ketika semua orang lain melihat Phantom sebagai ancaman. Identifier itu berkedip. Sekali. Kemudian dua kali. Phantom membuka kanal. Tidak ada suara. Hanya gangguan statis. “...Kau?” Ia tidak tahu apakah pemuda itu masih hidup. Beberapa detik berlalu. Kemudian sebuah pesan pendek muncul di layar. SIGNAL PRIORITY: CRITICAL UNIT IDENTIFIER CONFIRMED. Phantom menatap kode tersebut. Dadanya terasa berat. Bukan karena takut terhadap Blighted. Melainkan karena satu hal sederhana. Di tengah seluruh kekacauan ini... ada seseorang dari Arcana Guard yang kembali memanggilnya. Seseorang yang pernah memilih untuk membantunya. Dan sekarang identifier orang itu berkedip di antara sinyal darurat. Phantom menggenggam komunikatornya lebih erat. “Jangan mati dulu.” Ia berbalik menuju Central Park Sector. Kali ini, langkahnya tidak lagi ragu. Mungkin bekerja sendirian memang pernah menjadi cara Phantom Cipher bertahan. Tetapi malam ini— mungkin bertahan bukan lagi tujuan utamanya. Menyelamatkan Eclipse adalah tujuan. Dan untuk itu... ia mungkin harus berdiri bersama orang-orang yang selama ini tidak mempercayainya. Di layar internalnya, identifier sang rekrut masih berkedip. ACTIVE. Phantom menatapnya sekali lagi. Lalu berlari menuju kegelapan.

End of Chapter 29