Chapter 28 of 36

Chapter 28 — Undercity’s Awakening

678 words

Gemuruh itu terdengar lagi. BOOM. Phantom Cipher berdiri di tengah Eclipse yang masih diselimuti kegelapan. Suara tersebut datang dari bawah permukaan tanah, begitu dalam hingga hampir terasa seperti getaran dari dalam tulang. Ia menatap internal display yang masih menampilkan titik-titik merah. Puluhan. Lalu ratusan. Semuanya bergerak. Naik. Menuju permukaan. “Jadi ini yang sebenarnya kalian tunggu...” Phantom mengepalkan tangan. Shadow Arcana-nya masih belum merespons sepenuhnya setelah runtuhnya Arcana Conduit. Namun ia tidak punya waktu untuk menunggu kekuatannya pulih. Jika makhluk-makhluk itu benar-benar keluar dari undercity— Eclipse akan berubah menjadi medan perang. Ia berbalik dan mulai bergerak. Setiap langkah membawanya melewati jalan yang biasanya ramai. Sekarang hanya ada kendaraan yang berhenti di tengah jalan, pintu-pintu toko yang terbuka, dan orang-orang yang keluar dari bangunan dengan wajah kebingungan. Beberapa menggunakan senter. Sebagian lainnya hanya berdiri dalam gelap. “Kenapa semua mati?” “Arcana-ku nggak bekerja!” “Ada gempa?” Pertanyaan-pertanyaan itu terdengar dari berbagai arah. Phantom tidak berhenti. Ia harus mencari sumber getaran. Namun sebelum sempat mencapai persimpangan berikutnya— KRRRRAAAK! Tanah di depannya retak. Phantom langsung melompat mundur. Retakan panjang menjalar melewati jalan. Kemudian... sebuah tangan hitam muncul dari bawah. Jari-jarinya menghantam aspal. BOOM! Potongan jalan terlempar. Phantom mengambil posisi bertahan. “Cepat sekali...” Tangan itu menghilang kembali. Tidak ada apa-apa. Hanya retakan. Phantom menatapnya selama beberapa detik. Lalu terdengar suara dari internal display. WARNING. BLIGHT ENERGY DETECTED. Matanya menyipit. Bukan satu sumber. Banyak. Dan semuanya bergerak. Tiba-tiba— WUUUUM! Gelombang energi hitam menyebar dari bawah tanah. Phantom merasakan hawa dingin melewati tubuhnya. Sesaat kemudian, retakan di jalan memancarkan cahaya ungu samar. Kemudian sesuatu muncul dari dalam. Seekor makhluk. Tubuhnya jauh lebih besar daripada Blighted yang pernah ia lawan di District Seven. Makhluk itu naik perlahan, mencengkeram sisi jalan dengan kedua tangannya. Phantom mundur. Makhluk tersebut mengangkat kepala. Mata ungunya terbuka. Satu. Lalu mata kedua. Dua. Phantom langsung menyadari sesuatu. Makhluk itu bukan satu-satunya. Di belakangnya, retakan-retakan lain mulai muncul. Satu di ujung jalan. Dua di antara bangunan. Kemudian lebih banyak lagi. KRAK. KRAK. KRAK. Seluruh Eclipse mulai bergetar. Phantom melihat ke arah pusat kota. Dari kejauhan, beberapa bangunan mulai kehilangan bagian fondasinya. Dan dari celah-celah jalan— makhluk-makhluk Blighted mulai keluar. “Ini bukan serangan kecil.” Phantom akhirnya mengatakannya dengan jelas. “Ini invasi.” Internal display kembali menyala. Peta Eclipse muncul. Titik-titik merah memenuhi bagian bawah kota. Kemudian pola pergerakan mereka terbaca. Sebagian menuju pusat kota. Sebagian menuju kawasan Arcana Guard. Dan jumlah terbesar— bergerak menuju Central Park Sector. Phantom terdiam. Central Park. Wilayah itu memiliki kepadatan penduduk tinggi. Jika para Blighted mencapai permukaan di sana... korban bisa berjatuhan dalam jumlah besar. Ia langsung berlari. Tidak peduli apakah Shadow Arcana-nya sudah pulih atau belum. Tidak peduli apakah Arcana Guard masih menganggapnya musuh. Untuk saat ini, semua itu tidak penting. Namun baru beberapa langkah— sebuah suara terdengar dari komunikator darurat. Suara itu terputus-putus. Penuh gangguan. “—Arcana Guard—” Phantom berhenti. Suara tersebut kembali terdengar. “Ini Arcana Guard! Kepada seluruh unit yang masih aktif, ulangi, kepada seluruh unit yang masih aktif!” Terdengar suara ledakan di latar belakang. “Central Park Sector sedang diserang!” Suara lain terdengar berteriak. “Jumlah mereka terlalu banyak!” “Tarik mundur!” “Jangan mundur! Warga masih di dalam!” Kemudian suara pertama kembali. Lebih lemah. “Jika ada unit yang mendengar kami...” Hening beberapa detik. Lalu— “Phantom Cipher...” Phantom membuka matanya sedikit lebih lebar. “Jika kau masih di luar sana...” Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang menahan kepanikan. “Kami membutuhkanmu.” Sinyal terputus. Phantom berdiri diam. Selama ini Arcana Guard memburunya. Valerius menyebutnya sebagai ancaman. Mereka menganggap keberadaannya sebagai masalah yang harus diselesaikan. Namun sekarang... mereka memanggil namanya. Bukan sebagai buronan. Bukan sebagai tersangka. Melainkan sebagai seseorang yang mereka harapkan masih bisa membantu. Phantom menatap kegelapan di depan. Kemudian ia melihat kembali peta internalnya. Titik merah terus bertambah. Central Park semakin dipenuhi tanda bahaya. Ia menarik napas panjang. “Baik.” Tangannya mengepal. “Kalau kalian butuh Phantom Cipher...” Ia mulai berlari. “...maka Phantom Cipher akan datang.” Di belakangnya, sebuah raungan raksasa mengguncang jalan. ROOOOOAAARRR! Phantom tidak menoleh. Untuk pertama kalinya malam itu, ia tidak berlari untuk mencari jawaban. Ia berlari untuk menyelamatkan orang-orang. Sementara jauh di bawah Eclipse... sesuatu yang jauh lebih besar mulai membuka matanya.

End of Chapter 28