Chapter 26 of 36
Chapter 26 — Thorne's Triumph
430 words
Phantom Cipher masih terpaku di depan layar.
Di sana, seseorang yang selama bertahun-tahun ia yakini telah mati kini berdiri di hadapan Arcana Conduit.
Dr. Aris Thorne.
Bukan sebagai mentor.
Bukan sebagai peneliti.
Melainkan sebagai orang yang sedang bersiap menghancurkan sesuatu yang menjadi penopang utama kota.
Phantom mengepalkan tangan.
“Kenapa kau melakukan ini...?”
Tidak ada jawaban.
Hanya suara dari siaran langsung yang terus berdesis.
Thorne berdiri tepat di depan inti Conduit.
Energi Arcana yang sangat besar mengalir di sekelilingnya, tetapi ia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.
Sebaliknya—
ia tampak menikmati pemandangan tersebut.
Phantom merasakan sesuatu yang berat di dadanya.
Dulu, Thorne adalah salah satu orang yang ia percaya.
Seseorang yang mengajarinya untuk memahami Arcana.
Seseorang yang pernah membuat dunia terasa jauh lebih luas.
Dan sekarang orang yang sama berdiri di depan inti kota dengan obsidian shard di tangannya.
“Kalau kau menghancurkan Conduit...” gumam Phantom.
“...seluruh kota akan kehilangan pertahanannya.”
Ia langsung berbalik menuju pintu keluar markas.
Namun berhenti.
Jika Thorne benar-benar sudah berada di dalam Conduit, mungkin ia terlambat.
Phantom kembali melihat layar.
Thorne mengangkat obsidian shard.
Energi hitam mulai berkumpul di sekeliling benda tersebut.
Cahaya dari Conduit bergetar.
Sistem peringatan mulai bermunculan.
WARNING.
ARCANA CORE INSTABILITY DETECTED.
Phantom menatap layar dengan mata melebar.
“Thorne, jangan.”
Untuk sesaat, wajah Thorne terlihat jelas.
Lebih tua.
Lebih keras.
Namun ada sesuatu yang masih sama.
Tatapan seorang peneliti yang sedang melihat hasil eksperimennya.
Thorne tersenyum.
Kemudian—
ia menggerakkan tangannya.
SHNK!
Obsidian shard menembus medan energi Conduit.
Phantom membeku.
“Tidak!”
BOOOOM—!
Gelombang energi meledak dari pusat Conduit.
Namun bukan cahaya.
Kegelapan.
Energi hitam menyebar seperti gelombang raksasa, menelan seluruh ruang inti.
Kemudian menembus keluar.
Melewati dinding.
Melewati jalan.
Melewati gedung-gedung.
Dalam hitungan detik—
gelombang itu menyelimuti seluruh kota.
Phantom hanya sempat melihat layar yang berubah menjadi hitam.
Semua suara menghilang.
Sirene.
Kendaraan.
Komunikasi.
Mesin.
Semuanya.
Diam.
Markas Phantom ikut kehilangan daya.
Lampu padam.
Monitor mati.
Sistem keamanan berhenti.
Bahkan perangkat Arcana di pergelangan tangannya kehilangan cahayanya.
Phantom berdiri dalam kegelapan.
Untuk pertama kalinya sejak ia menjadi Phantom Cipher...
ia tidak bisa merasakan aliran energi Arcana seperti biasanya.
Ia mengangkat tangannya.
Mencoba memanggil bayangan.
Tidak ada apa-apa.
Hanya kegelapan biasa.
Phantom menatap tangannya.
“...Arcana-ku.”
Di luar, seluruh kota telah berubah menjadi lautan gelap.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada suara.
Tidak ada jaringan.
Tidak ada tanda kehidupan dari sistem yang sebelumnya memenuhi setiap sudut kota.
Hanya keheningan.
Dan di suatu tempat jauh di bawah tanah—
Thorne berdiri di hadapan Conduit yang kini berdenyut dengan energi hitam.
Ia menatap obsidian shard yang tertanam di dalam inti.
Senyumnya perlahan melebar.
Sementara di atas permukaan...
Eclipse telah kehilangan cahayanya.