Chapter 24 of 36
Chapter 24 — The City Trembles
605 words
Nama itu masih memenuhi pikiran Phantom Cipher.
Dr. Aris Thorne.
Wajah yang baru saja muncul di layar.
Wajah seseorang yang selama bertahun-tahun diyakini telah mati.
Wajah seorang mentor dari masa lalu yang seharusnya tidak mungkin kembali.
Phantom berdiri diam di tengah markas tersembunyinya.
Tangannya masih mengepal.
Semua pertanyaan yang selama ini ia pendam tiba-tiba terasa jauh lebih dekat.
Apa yang sebenarnya terjadi pada malam keluarganya menghilang?
Mengapa Thorne menghilang?
Apa hubungannya dengan Shadow Blight?
Dan yang paling penting—
apakah Thorne memang berada di balik semua ini sejak awal?
Phantom belum memiliki jawabannya.
Namun ia tidak punya waktu untuk mencarinya sekarang.
DUM.
Lantai kembali bergetar.
Phantom langsung menoleh.
Kali ini getarannya lebih jelas.
Beberapa peralatan di atas meja bergeser sedikit.
Kemudian—
DUM.
Getaran kedua.
Lebih kuat.
Sistem pemantauan markas menyala secara otomatis.
Beberapa indikator merah muncul di layar.
SEISMIC ANOMALY DETECTED.
Phantom berjalan mendekat.
“Ini bukan gempa biasa.”
Ia membuka data sensor.
Sumber getaran tidak berasal dari satu titik.
Beberapa anomali muncul hampir bersamaan di berbagai bagian kota.
Kemudian satu per satu...
alarm mulai terdengar.
WEEEE—
Satu sirene.
Phantom menoleh ke jendela.
Beberapa detik kemudian—
WEEEE—
Sirene kedua.
Kemudian ketiga.
Keempat.
Suara-suara itu mulai menyebar di seluruh kota.
Phantom melihat ke luar.
Lampu kendaraan bergerak cepat di jalanan.
Beberapa orang keluar dari bangunan.
Kepanikan mulai terlihat bahkan dari kejauhan.
“Jadi ini sudah dimulai...”
Ia kembali ke layar.
Peta kota terbuka.
Titik-titik merah muncul di berbagai lokasi.
Phantom memperbesar peta.
Satu anomali berada di District Seven.
Lainnya di Sector Four.
Beberapa muncul di sekitar wilayah Eclipse Academy.
Namun ada sesuatu yang aneh.
Semua anomali tersebut tampak memiliki arah yang sama.
Phantom menggeser peta.
Kemudian berhenti.
Matanya menyipit.
“...Apa?”
Ia membuka lapisan data lain.
Jaringan Arcana.
Jaringan komunikasi.
Jaringan energi.
Ketiganya ditampilkan secara bersamaan.
Pola anomali itu perlahan terlihat.
Seolah-olah semua gangguan tersebut sedang bergerak menuju satu pusat.
Namun lokasinya belum terlihat jelas.
Phantom memperbesar lagi.
Tiba-tiba—
KRRRZZT!
Salah satu monitor berkedip.
Sebuah pesan darurat muncul.
ARCANA GUARD — DISTRESS SIGNAL
Phantom langsung berdiri tegak.
Satu sinyal.
Kemudian dua.
Lalu lima.
Kemudian lebih banyak.
Semuanya muncul hampir bersamaan.
DISTRESS SIGNAL DETECTED.
DISTRESS SIGNAL DETECTED.
DISTRESS SIGNAL DETECTED.
Phantom menatap layar dengan serius.
“Arcana Guard...”
Ia membuka salah satu sinyal.
Suara komunikasi yang rusak terdengar.
“...unit tiga meminta bantuan...”
Statik.
“...kami kehilangan kontak dengan sektor—”
Suara terputus.
Sinyal lain masuk.
“Semua unit mundur—”
KRRRZZT!
Terputus lagi.
Phantom mencoba melacak sumbernya.
Data koordinat mulai terkumpul.
Satu titik.
Dua titik.
Tiga.
Kemudian semua sinyal tersebut mulai bertumpuk pada peta.
Phantom memperbesar lokasi yang ditunjukkan.
Wajahnya berubah.
“Tidak mungkin...”
Ia mengenali tempat itu.
Salah satu struktur terpenting di Eclipse.
Arcana Conduit.
Pusat jaringan energi Arcana kota.
Phantom menatap titik tersebut cukup lama.
Semua suara sirene di luar seakan menjauh.
Pikirannya kembali kepada rekaman Thorne.
Kepada ratusan glyph.
Kepada relic.
Kepada Shadow Blight.
Dan sekarang...
Arcana Guard sedang mengirimkan sinyal darurat dari sekitar Conduit.
Sebuah kesimpulan perlahan terbentuk.
Namun Phantom belum berani mengatakannya.
Belum.
Ia menatap layar sekali lagi.
Sinyal-sinyal darurat terus berdatangan.
Semakin banyak.
Semakin cepat.
Kemudian satu pesan muncul di tengah layar.
ALL AVAILABLE ARCANA GUARD UNITS: CONVERGE ON CENTRAL CONDUIT.
Phantom terdiam.
Tangannya perlahan mengepal.
Rasa sakit dari masa lalu masih ada.
Wajah Thorne masih menghantui pikirannya.
Namun kota di luar sana tidak peduli dengan masa lalunya.
Orang-orang sedang membutuhkan seseorang sekarang.
Phantom mengambil mantel dan maskernya.
Jika Thorne memang berada di balik semua ini...
ia akan mendapatkan jawabannya nanti.
Untuk saat ini—
ia harus bergerak.
Phantom berjalan menuju pintu keluar markas.
Di belakangnya, layar masih menampilkan titik-titik merah yang terus bertambah.
Satu hal kini semakin jelas.
Apa pun yang direncanakan Thorne, rencananya sudah bergerak.
Dan pusatnya...
adalah Arcana Conduit.