Chapter 21 of 36
Chapter 21 — Feather of Truth
628 words
Phantom Cipher masih berdiri di depan meja kerjanya.
Bulu hitam itu tergeletak tepat di samping data chip.
Kilau samar yang sebelumnya hanya terlihat sesekali kini semakin jelas.
Phantom tidak langsung menyentuhnya.
Ia mengaktifkan pemindai Arcana dari perangkat di pergelangan tangannya.
SCAN INITIATED.
Garis cahaya bergerak melewati permukaan bulu.
Beberapa detik kemudian, hasil analisis muncul.
UNKNOWN ARCANA SIGNATURE.
Phantom mengerutkan kening.
“Tidak terdaftar...”
Ia menjalankan pemindaian kedua.
Hasilnya berbeda.
Bukan karena identitasnya ditemukan.
Melainkan karena pemindai menangkap sesuatu yang jauh lebih aneh.
ENERGY AGE: UNKNOWN.
Phantom terdiam.
“Energy age?”
Ia mengulangi analisis.
Hasilnya sama.
Bulu itu memancarkan energi yang terasa jauh lebih tua daripada sisa energi Blighted yang selama ini ia temui.
Namun bukan sekadar tua.
Energinya terasa... dalam.
Seolah-olah ada sesuatu yang telah tertidur sangat lama di dalam benda kecil tersebut.
Phantom perlahan mengulurkan tangan.
Ujung jarinya menyentuh bulu hitam itu.
WHUM.
Energi langsung menjalar ke tubuhnya.
Phantom tersentak.
Bayangannya menyebar di lantai secara refleks.
Untuk sesaat, ia melihat sesuatu.
Bukan gambar.
Bukan ingatan.
Hanya sebuah perasaan.
Langit yang gelap.
Suara yang jauh.
Dan energi yang begitu besar hingga membuat Arcana miliknya terasa seperti setitik kecil di tengah lautan.
Phantom segera menarik tangannya.
Napasnya sedikit berat.
“Apa sebenarnya kau...?”
Bulu itu kembali tenang.
Namun Phantom sekarang yakin akan satu hal.
Ini bukan sekadar pesan.
Energi yang terkandung di dalamnya memiliki pola yang sama dengan jejak yang ia rasakan dari sosok berjubah.
Ia membandingkannya dengan data chip.
SIGNATURE MATCH: PARTIAL.
Mata Phantom melebar.
“Jadi ini bagian dari Arcana miliknya...”
Bulu tersebut bukan sekadar tanda bahwa penyusup itu pernah berada di markasnya.
Ini adalah sepotong jejak kekuatannya.
Sebuah petunjuk.
Dan untuk pertama kalinya sejak relic dicuri, Phantom memiliki sesuatu yang bisa ia ikuti.
Namun sebelum ia sempat melakukan analisis lebih lanjut—
BZZT.
Data chip di meja tiba-tiba menyala.
Phantom langsung menoleh.
“...Apa?”
Chip itu bergetar.
Energi yang tersisa pada bulu perlahan tertarik menuju permukaannya.
Kilau hitam berpindah dari bulu ke chip.
Phantom segera mundur setengah langkah.
“Apa yang kau lakukan?”
Tidak ada jawaban.
Layar utama markas tiba-tiba menyala sendiri.
Sebuah file baru muncul.
NEW DATA DETECTED.
SOURCE: UNKNOWN
FILE STATUS: RESTORED
Phantom menatap layar.
Rekaman sebelumnya yang hanya terdiri dari beberapa detik kini berubah.
Durasi baru muncul.
17:42:09
Matanya menyipit.
Hampir delapan belas menit.
Data chip yang sebelumnya rusak ternyata menyimpan jauh lebih banyak informasi.
Hanya saja...
informasi tersebut terkunci.
Dan bulu itu telah membukanya.
Phantom menekan tombol putar.
Layar menjadi hitam.
Kemudian sebuah gambar muncul.
Sebuah ruangan besar.
Gelap.
Tidak seperti perpustakaan Eclipse.
Di dalamnya terdapat banyak sosok.
Semuanya berdiri dalam bayangan.
Phantom tidak bisa melihat wajah mereka.
Di tengah ruangan berdiri sosok berjubah yang sama.
Ia menghadap kepada kumpulan bayangan tersebut.
Tidak ada kepanikan.
Tidak ada keraguan.
Hanya ketenangan.
Seolah-olah ia telah menunggu momen itu sejak lama.
“Sudah waktunya.”
Suara sosok tersebut terdengar jelas melalui rekaman.
Phantom memperhatikan setiap kata.
“Dunia telah terlalu lama berjalan di bawah cahaya yang sama.”
Beberapa glyph muncul di dinding belakangnya.
Satu demi satu.
Kemudian puluhan.
Sosok itu mengangkat tangannya.
“Dan sekarang...”
Energi hitam menyebar di belakangnya.
“...apa yang telah tidur akan kembali membuka matanya.”
Phantom berdiri semakin dekat dengan layar.
Ia mengenali energi tersebut.
Energi yang sama.
Energi yang terdapat pada bulu.
Energi yang pernah ia rasakan dari relic.
Sosok itu kemudian mengucapkan kalimat terakhir.
> “The time of the Shadow Blight's awakening is at hand!”
Rekaman berhenti.
Ruangan kembali sunyi.
Phantom tidak bergerak.
Shadow Blight.
Dua kata itu terus berputar di kepalanya.
Selama ini ia mengira Blighted hanyalah monster yang muncul secara acak.
Ternyata...
mereka memiliki nama.
Dan seseorang telah menunggu kebangkitan mereka.
Phantom menatap layar yang membeku.
Lalu perlahan menoleh kepada bulu hitam di atas meja.
Sekarang ia memiliki petunjuk baru.
Namun bersama petunjuk itu datang satu pertanyaan yang jauh lebih besar.
Apa sebenarnya Shadow Blight?
Dan...
seberapa dekat kebangkitannya?