“You let them escape, Cipher! This just proves you're a liability!”
Suara Valerius menggema di antara reruntuhan Eclipse Academy.
Phantom Cipher berdiri diam.
Asap tipis masih memenuhi udara. Pecahan batu berserakan di lantai, sementara sisa-sisa energi Blighted perlahan menghilang dari tubuh makhluk yang baru saja mereka kalahkan.
Namun, bagi Phantom, semua itu terasa jauh lebih sunyi dibanding satu kalimat tadi.
Liability.
Beban.
Seseorang yang hanya memperburuk keadaan.
Jarinya mengepal.
Ia ingin membantah.
Ingin mengatakan bahwa dialah yang pertama kali menemukan relic itu. Bahwa dialah yang berusaha menghentikan makhluk-makhluk Blighted. Bahwa jika Arcana Guard tidak menghalanginya sejak awal, mungkin—
Tidak.
Phantom menghentikan pikirannya sendiri.
Alasan tidak akan mengembalikan relic.
Tidak akan mengembalikan sosok berjubah itu.
Dan tidak akan menjawab kenapa shard tersebut begitu tertarik padanya.
Valerius berjalan mendekat.
Armor Arcana Guard miliknya masih dipenuhi debu dan goresan akibat pertarungan.
“Diam saja?” tanyanya tajam.
Phantom mengangkat kepalanya.
“Apa yang kau inginkan dariku?”
“Jawaban.”
“Aku juga sedang mencarinya.”
Valerius mendengus.
“Selalu begitu. Kau datang tanpa izin, mengambil risiko sendiri, lalu ketika semuanya kacau, kau bilang sedang mencari jawaban.”
Phantom menatapnya tanpa berkata-kata.
Valerius melanjutkan.
“Berapa banyak orang yang harus terluka sebelum kau sadar bahwa kau tidak bisa melakukan semuanya sendirian?”
Kalimat itu mengenai tempat yang lebih dalam daripada yang Phantom inginkan.
Karena, sebagian dirinya tahu Valerius tidak sepenuhnya salah.
Selama ini Phantom memang memilih bergerak sendirian.
Tidak ada tim.
Tidak ada atasan.
Tidak ada orang yang perlu ia beri penjelasan.
Itulah cara paling aman.
Setidaknya, itulah yang selalu ia yakini.
“Kalau aku melibatkan orang lain,” jawab Phantom pelan, “mereka bisa menjadi sasaran berikutnya.”
Valerius terdiam sesaat.
Namun ekspresinya kembali mengeras.
“Dan sekarang kau menjadi sasaran sendirian. Apa bedanya?”
Phantom tidak menjawab.
Valerius berbalik.
“Bawa semua data dari tempat ini. Kita pergi.”
Beberapa anggota Guard mulai bergerak.
Phantom tetap berdiri di tempat.
Matanya kembali menuju pedestal kosong.
Relic itu telah pergi.
Sosok berjubah itu juga telah pergi.
Dan bersamaan dengannya, satu-satunya petunjuk yang mungkin menghubungkan semua kejadian ini ikut menghilang.
Untuk pertama kalinya malam itu, Phantom merasa benar-benar sendirian.
Bukan karena tidak ada orang di sekitarnya.
Justru karena terlalu banyak orang.
Namun tidak seorang pun benar-benar mengerti apa yang sedang ia hadapi.
“Cipher...”
Suara kecil terdengar dari belakang.
Phantom menoleh.
Seorang anggota Arcana Guard berdiri beberapa meter darinya.
Usianya terlihat jauh lebih muda dibanding anggota lain. Armor-nya masih tampak baru, tanpa banyak goresan. Lambang kecil di bahunya menunjukkan bahwa ia masih seorang rekrut.
Ia tampak ragu.
Matanya berpindah dari Phantom ke Valerius yang sedang memberi perintah kepada pasukannya.
“Ada apa?” tanya Phantom.
Rekrut itu menelan ludah.
“Ini...”
Ia mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang dari sakunya.
Sebuah data chip.
Phantom langsung waspada.
“Kenapa memberikannya kepadaku?”
Rekrut itu melirik ke arah komandannya.
“Karena... saya tidak yakin Commander Valerius akan menganggap ini penting.”
Phantom menerima chip tersebut, tetapi tidak langsung mengaktifkannya.
“Apa isinya?”
“Saat sosok berjubah itu menghilang...” Rekrut itu menunjuk chip tersebut. “Sensor saya menangkap sesuatu.”
“Energi?”
Rekrut itu mengangguk.
“Faint energy signature. Sangat lemah. Hampir hilang karena gangguan energi dari Blighted.”
Phantom memperhatikan chip itu.
“Dan kau menyimpannya?”
“Saya tidak tahu kenapa.”
Ia tersenyum kecil, gugup.
“Mungkin saya cuma... merasa Anda membutuhkannya.”
Phantom terdiam.
Selama ini ia mengira semua orang di Arcana Guard melihatnya sebagai ancaman.
Tapi pemuda ini—
Tidak.
Setidaknya belum.
“Terima kasih.”
Dua kata sederhana.
Rekrut itu tampak sedikit terkejut.
Lalu mengangguk.
“Semoga membantu.”
Ia segera kembali kepada kelompoknya sebelum ada yang menyadari apa yang baru saja ia lakukan.
Phantom menatap data chip di tangannya.
Sebuah tindakan kecil.
Tidak heroik.
Tidak dramatis.
Namun untuk seseorang yang terbiasa bergerak sendirian...
Itu terasa berbeda.
Sebuah bantuan kecil.
Sebuah tanda bahwa mungkin tidak semua orang berdiri di sisi berlawanan.
Phantom memasukkan chip tersebut ke perangkat analisis di pergelangan tangannya.
ACCESSING DATA...
Layar berkedip.
ENERGY SIGNATURE DETECTED.
Matanya menyipit.
“Jadi kau meninggalkan jejak...”
Rekaman mulai terbuka.
Awalnya hanya berupa gangguan visual.
Garis-garis hitam.
Suara statis.
Potongan gambar yang muncul lalu menghilang.
ERROR — DATA FRAGMENTED
Phantom memperbesar rekaman.
Sebuah bentuk muncul.
Sosok berjubah.
Ia berdiri di atas sebuah bangunan tinggi.
Namun lokasi itu...
Phantom mengenalinya.
Menara tertinggi Eclipse Academy.
“Tidak mungkin...”
Gambar berubah.
Sosok itu masih berdiri di tempat yang sama.
Tetapi sesuatu muncul di belakangnya.
Satu.
Dua.
Sepuluh.
Kemudian puluhan.
Phantom membeku.
Bukan makhluk.
Bukan manusia.
Melainkan simbol.
Glyph.
Glyph yang sama.
Glyph yang pernah muncul pada gangguan listrik.
Glyph yang pernah ia lihat di layar digital.
Glyph yang terus muncul sejak semuanya dimulai.
Namun kali ini jumlahnya jauh lebih banyak.
Ratusan.
Mereka memenuhi langit di belakang sosok berjubah itu.
Tersusun dalam pola yang tidak bisa Phantom pahami.
Beberapa berputar.
Beberapa saling bertumpuk.
Beberapa bahkan tampak seperti bergerak mengikuti denyut tertentu.
Lalu rekaman kembali ke awal.
Sosok berjubah.
Menara Eclipse.
Ratusan glyph.
Kemudian—
LOOP.
Phantom memperbesar gambar terakhir.
Di tengah lautan glyph tersebut, sosok berjubah perlahan mengangkat kepalanya.
Meskipun wajahnya tidak terlihat...
Phantom merasa seolah-olah sosok itu sedang menatap tepat ke arahnya.
Layar berkedip.
Satu glyph muncul lebih terang daripada yang lainnya.
Glyph yang sama yang pernah beresonansi dengan Arcana miliknya.
Phantom tidak bergerak.
Lalu sebuah pertanyaan muncul dalam pikirannya.
Jika semua glyph itu sudah berada di sana...
sejak kapan?
Dan yang lebih mengerikan—
untuk apa langit Eclipse Academy membutuhkan ratusan glyph?