“Mine...”
Suara itu masih menggema di dalam kepala Phantom Cipher.
Bukan seperti suara manusia.
Bukan pula seperti suara yang datang dari kejauhan.
Suara itu terasa seperti berasal dari dalam tubuhnya sendiri.
Phantom Cipher menahan napas.
Bayangannya terus bergerak di bawah kakinya.
Tidak mengikuti gerakannya.
Tidak mengikuti kehendaknya.
Bergerak sendiri.
Tidak...
Ia memaksa Arcana-nya kembali terkendali.
Bayangan yang menjalar di lantai bergetar, kemudian perlahan berhenti.
Namun bisikan itu belum menghilang.
Mine...
Phantom Cipher menggertakkan gigi.
"Diam."
Tidak ada jawaban.
Hanya detak jantungnya.
Dum.
Shard obsidian berdenyut.
Dum.
Sekali lagi.
Cahaya merah keunguan dari shard itu mengikuti irama jantungnya.
Phantom Cipher menatap benda tersebut.
Selama ini ia mengira kekuatannya adalah sesuatu yang ia kendalikan.
Sesuatu yang menjadi bagian dari dirinya.
Tetapi sekarang...
Untuk pertama kalinya, ia bertanya-tanya apakah selama ini ia benar-benar pemilik kekuatannya.
Atau justru sebaliknya.
Kalau benda itu bisa memengaruhiku...
Tangannya mengepal.
Apa yang terjadi kalau suatu hari aku tidak bisa mengendalikannya?
Sebuah bayangan muncul di pikirannya.
Sosok mengerikan yang ia lihat di dalam relic.
Tubuh yang menyerupai dirinya.
Kekuatan yang sama.
Namun tanpa batas.
Tanpa kendali.
Tanpa manusia di baliknya.
Phantom Cipher memejamkan mata sesaat.
Ia segera membuang bayangan itu dari pikirannya.
"Bukan sekarang."
Ia membuka mata.
"Ketakutan tidak akan menyelesaikan apa pun."
Namun tepat setelah mengatakan itu—
KRAAASH!
Blighted kembali menghantam lantai.
Gelombang energi hitam menyapu ruangan.
Para anggota Arcana Guard kehilangan keseimbangan.
Valerius menahan tubuhnya dengan pedang.
"Jangan lengah!"
Phantom Cipher melirik ke arah Blighted.
Kemudian ke shard.
Lalu kembali kepada sosok berjubah.
Orang itu masih berdiri di tempat yang sama.
Tetapi sekarang tatapannya tertuju kepada shard.
Tidak.
Bukan sekadar tertuju.
Ia sedang menunggu.
Phantom Cipher menyadarinya.
"Dia menunggu reaksinya."
Sosok berjubah itu kemudian berjalan.
Satu langkah.
Lalu langkah berikutnya.
Tidak terburu-buru.
Tidak peduli dengan pertarungan yang berlangsung di sekitarnya.
Seorang anggota Guard melihatnya.
"Berhenti!"
Prajurit itu mengangkat senjata Arcana.
Sosok tersebut tidak berhenti.
Prajurit itu menyerang.
Namun—
Tubuh berjubah itu berubah seperti kabut.
Serangan tersebut menembus tubuhnya tanpa memberikan luka.
Phantom Cipher membelalakkan mata.
"Phasing...?"
Sosok itu muncul kembali beberapa meter di belakang prajurit tersebut.
Tanpa serangan balik.
Tanpa gerakan tambahan.
Hanya terus berjalan menuju pedestal.
"Jangan biarkan dia mendekati relic!"
Valerius berteriak.
Beberapa anggota Guard langsung mengejarnya.
Phantom Cipher ikut bergerak.
Bayangannya memanjang.
Ia hendak memotong jalan sosok tersebut.
Namun Blighted tiba-tiba muncul di antara mereka.
BOOM!
Phantom Cipher terpaksa melompat mundur.
Makhluk itu menghalangi jalannya.
Sengaja?
Phantom Cipher menatap sosok berjubah.
Orang itu tidak menoleh.
Seakan sudah mengetahui bahwa Blighted akan berada di sana.
Dia mengaturnya?
Keraguan kembali muncul.
Apakah orang itu benar-benar mengendalikan Blight?
Atau apakah ia hanya memahami makhluk-makhluk itu dengan tingkat yang tidak bisa dipahami manusia biasa?
Phantom Cipher menebas dengan bayangan.
SHRAK!
Serangan menghantam kaki Blighted.
Makhluk itu tersandung.
Phantom Cipher langsung melewatinya.
Namun saat ia menoleh—
Sosok berjubah itu sudah berada di depan pedestal.
Terlalu cepat.
Phantom Cipher mempercepat langkahnya.
"Jangan sentuh itu!"
Untuk pertama kalinya, sosok tersebut berhenti.
Kepalanya perlahan menoleh.
"Kenapa?"
Suara itu tetap tenang.
Phantom Cipher berhenti beberapa meter darinya.
"Karena aku belum tahu apa benda itu."
Sosok itu menatap shard.
"Kau takut padanya."
Phantom Cipher tidak menjawab.
"Menarik."
Nada suaranya terdengar seperti seseorang yang baru saja menemukan sesuatu yang ingin dipelajari.
Phantom Cipher mengangkat tangannya.
"Jangan."
Sosok itu mengulurkan tangannya.
Jarak antara jemarinya dan shard hanya beberapa sentimeter.
Phantom Cipher merasakan dadanya kembali berdenyut.
DUM.
Shard menyala.
DUM.
Bisikan kembali terdengar.
Mine...
Phantom Cipher tersentak.
Untuk sesaat, pandangannya kabur.
Bayangannya kembali bergerak.
Kekuatan gelap mengalir dari tubuhnya tanpa perintah.
Ia kehilangan fokus.
Hanya sepersekian detik.
Namun sepersekian detik sudah cukup.
Sosok berjubah itu bergerak.
Tubuhnya berubah menjadi bayangan tipis.
Ia melangkah melewati barisan Arcana Guard seolah mereka tidak memiliki tubuh.
Satu.
Dua.
Tiga orang.
Tidak ada yang mampu menyentuhnya.
Valerius berbalik.
"Berhenti!"
Terlambat.
Tangan sosok itu mencapai pedestal.
Jarinya menggenggam shard obsidian.
Dan—
Cahaya merah keunguan langsung padam.
Seluruh ruangan menjadi sunyi.
Phantom Cipher menatap kosong.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada denyut.
Tidak ada bisikan.
Bahkan detak yang tadi terasa begitu kuat di kepalanya mendadak menghilang.
Sosok berjubah itu mengangkat shard tersebut.
Benda yang sebelumnya seolah hidup...
kini tampak seperti batu hitam biasa.
Phantom Cipher menatapnya dengan napas tertahan.
"Kenapa...?"
Ia tidak tahu mana yang lebih mengkhawatirkan.
Shard itu telah memilihnya.
Atau...
shard itu sekarang memilih orang lain.
Valerius mengangkat pedangnya.
"Kembalikan relic itu!"
Sosok berjubah tersebut hanya memandang shard di tangannya.
Kemudian ia berkata dengan suara nyaris berbisik—
"Jadi memang benar."
Phantom Cipher langsung menatapnya.
"Benar apa?"
Sosok itu tidak menjawab.
Ia hanya menoleh sedikit.
Tatapannya kembali bertemu dengan Phantom Cipher.
Untuk sesaat, Phantom Cipher merasa seolah orang itu mengetahui sesuatu tentang dirinya yang bahkan dirinya sendiri tidak ketahui.
Kemudian—
BOOM!
Blighted kembali mengamuk.
Debu memenuhi ruangan.
Pandangan semua orang terhalang.
Phantom Cipher langsung mengaktifkan bayangannya untuk menembus kabut debu.
Namun ketika pandangannya kembali jelas—
Sosok berjubah itu telah menghilang.
Begitu pula shard obsidian.
Yang tersisa hanya pedestal kosong.
Dan satu kalimat yang terus berputar di kepala Phantom Cipher.
Mine...
Kali ini, ia tidak yakin apakah bisikan itu berasal dari shard.
Atau...
dari dalam dirinya sendiri.