Chapter 23 of 33

Chapter 23: Senjata di Balik Tirai

1.6k words

Wei Chen menatap wajah Menteri Shen, garis-garis lelah di bawah mata pria itu tidak menyembunyikan kilatan perhitungan yang tajam. Aroma cendana dan teh melati mengambang di ruang kerja yang mewah, kontras dengan bau mesiu dan darah yang masih melekat di ingatannya. Sebuah tawaran telah terucap, segepok kekuasaan ditukar dengan nyawa yang lain. "Apakah kau mengerti, Wei Chen?" suara Menteri Shen melayang, lembut namun penuh bobot. Ibu jarinya membelai pegangan cangkir porselennya. Wei Chen mengangguk, ekspresinya datar. Matanya tidak menunjukkan kegentaran, tidak juga ambisi. Sebuah topeng yang Unit-Logika-04 bantu bina. *Optimalisasi ekspresi wajah: Minimalkan sinyal emosional. Pertahankan netralitas.* Perintah itu berdesir di benaknya, dingin dan presisi. "Aku mengerti, Tuan Menteri." Suaranya sendiri terdengar hampa, seperti gema dari sumur kosong. Ia menekan gejolak jijik yang melilit di perutnya. Nalurinya berteriak untuk menolak, untuk lari. Namun, Unit-04 telah membanjiri kesadarannya dengan probabilitas yang brutal. *Probabilitas kelangsungan hidup tanpa persetujuan: 0.00001%. Opsi eliminasi: Sangat tinggi. Metode: Terlalu banyak variabel untuk diidentifikasi secara akurat. Rekomendasi: Terima tawaran. Prioritas: Infiltrasi jaringan.* Kepalan tangannya mengencang di balik jubahnya, bilah Jian terasa dingin menyentuh punggungnya. Dinginnya baja itu menembus kain, mendinginkan amarah yang membara di dalam dirinya. Ini bukan penerimaan, ini adalah sumpah. Sumpah untuk merobek jaring laba-laba korupsi ini dari dalam. Menteri Shen tersenyum tipis, melihat anggukan itu sebagai persetujuan, bukan perlawanan yang tersembunyi. Ia tidak melihat mata Wei Chen yang mengeras, atau rahangnya yang setajam pedang itu sendiri. Pria berkuasa itu hanya melihat boneka baru yang siap menari di atas benang kendalinya. "Bagus. Aku tahu kau adalah pria yang cerdas, Wei Chen." Ada nada kepuasan yang menggelegar dalam suara itu. "Duduklah. Ada banyak hal yang perlu kita bicarakan." Wei Chen bergerak, sendi-sendinya terasa kaku. Ia mengambil kursi rendah di hadapan meja Menteri, matanya menyapu ukiran naga di kaki meja, ke tumpukan gulungan perkamen yang rapi, lalu kembali ke wajah Menteri. Setiap detail adalah data. Setiap gerakan adalah informasi yang harus diproses. --- Menteri Shen bersandar santai di kursinya, mengabaikan ketegangan yang memancar dari Wei Chen. Jari-jarinya menunjuk ke arah gulungan peta yang dibentangkan di atas meja kayu cendana. Sebuah senyum tipis, nyaris tak terlihat, tersungging di bibirnya. Senyum predator yang baru saja mengikat mangsanya. "Misi pertamamu," katanya, suaranya seperti bisikan angin di malam hari, "cukup sederhana. Ada seorang pejabat rendahan di Distrik Selatan, namanya Tuan Liu. Dia mulai terlalu banyak bicara." Jantung Wei Chen berdenyut dua kali lebih cepat. Nama itu. Tuan Liu. Ia kenal nama itu. Seorang pejabat kecil yang dikenal karena integritasnya, yang sering membela rakyat kecil. Ketajaman Unit-04 mengalir ke benaknya, membawa koneksi dan probabilitas. *Tuan Liu: Pejabat tingkat dua di Kantor Pendapatan. Profil risiko: Rendah. Ancaman: Verbal, tidak bersenjata. Dampak terhadap jaringan: Minimal. Potensi kerugian: Publikasi informasi sensitif Menteri Shen.* Shen melanjutkan, matanya berkedip dengan cahaya yang tidak menyenangkan. "Dia mengkritik kebijakan yang sudah ku tetapkan. Mempertanyakan keputusan yang dibuat demi kebaikan Kekaisaran. Ketidaksetiaan seperti itu, Wei Chen, tidak bisa dimaafkan." Wei Chen tetap diam, rahangnya sedikit mengeras. Lidahnya terasa pahit. Ia membayangkan wajah Tuan Liu yang ramah, sering terlihat membantu warga desa di pasar. Pembunuhan politik. Inilah awal dari lubang hitam yang ia masuki. "Kudengar dia punya kebiasaan berjalan sendirian pulang dari kedai teh setiap malam, melewati Gang Anggrek. Terpencil. Gelap." Menteri Shen menyesap tehnya, seolah sedang mendiskusikan cuaca. "Pastikan tidak ada jejak. Anggap saja dia tersandung dan jatuh." Senyumnya semakin lebar, memperlihatkan gigi yang bersih. Udara di ruangan terasa menekan, berat dengan niat jahat. Wei Chen merasakan bilah pedang di punggungnya bergetar halus. Bukan karena kedinginan, melainkan karena Unit-04 mulai memproses data dengan kecepatan kilat, mengurai setiap detail yang diucapkan Menteri Shen. *Misi: Eliminasi target Tuan Liu. Metode yang disarankan: Senyap, tanpa bukti forensik. Waktu: Malam hari. Lokasi: Gang Anggrek. Catatan: Profil target tidak sesuai dengan ancaman. Analisis lebih lanjut diperlukan.* Unit-Logika-04 tidak pernah melewatkan detail. Wei Chen menghela napas samar, sebuah napas yang terlalu panjang, terlalu dalam. Ia bangkit dari kursi, kepalanya sedikit menunduk. "Baik, Tuan Menteri. Akan ku laksanakan." --- Begitu Wei Chen melangkah keluar dari kediaman Menteri Shen, dunia di sekelilingnya berubah menjadi serangkaian data yang tak terhingga. Unit-Logika-04 segera mengaktifkan mode analisis penuh, membanjiri kesadarannya dengan informasi yang kompleks dan berlapis-lapis. *Mengidentifikasi koneksi pejabat. Memetakan jaringan. Prioritas: mencari kelemahan. Sub-prioritas: Mengurai motif tersembunyi. Target awal: Tuan Liu.* Suara Unit-04 mengalir dalam benaknya, lebih cepat, lebih mendalam dari sebelumnya. Dalam sekejap, pikiran Wei Chen dipenuhi dengan diagram yang rumit. Garis-garis cahaya membentuk jaring-jaring interkoneksi, setiap simpul mewakili seorang pejabat, seorang pedagang kaya, atau seorang komandan militer. Warna-warna berbeda menunjukkan tingkat pengaruh dan loyalitas. Menteri Shen adalah pusat dari jaring laba-laba itu, tentakelnya menjangkau jauh. *Tuan Liu: Simpul berwarna kuning pucat. Tingkat loyalitas: Tidak stabil. Kompatibilitas ideologis dengan Menteri Shen: Rendah. Data transaksi: Bersih. Catatan kritik publik: Tiga insiden dalam enam bulan terakhir. Tidak ada indikasi keterlibatan dalam jaringan korupsi.* Wei Chen berjalan di jalanan yang ramai, namun matanya tidak fokus pada pasar atau wajah-wajah orang yang lewat. Ia melihat angka, garis, dan probabilitas. Unit-Logika-04 memproyeksikan citra rumah Tuan Liu, peta tata letak internal, rute patroli penjaga kota, dan pola pergerakan tetangga. *Rute pulang Tuan Liu: Konsisten. Jam pulang: Antara waktu senja dan malam pertama. Kecepatan berjalan: Rata-rata 4.7 kilometer per jam. Level kewaspadaan: Rendah. Potensi pengawasan: Nol. Keberhasilan eliminasi: 99.8%.* Data itu terus diperbarui secara *real-time*. Namun, ada anomali. Unit-Logika-04 menandai beberapa titik data dengan warna merah menyala. *Diskrepansi: Profil Tuan Liu sebagai 'ancaman' tidak sesuai dengan data objektif. Indikator: Sangat mungkin ada lapisan informasi tersembunyi. Rekomendasi: Verifikasi ulang target sebelum eksekusi.* Wei Chen menarik napas dalam, aroma debu dan asap arang memenuhi paru-parunya. Sebuah misi pembunuhan yang begitu sederhana di mata Menteri Shen, tetapi bagi Unit-Logika-04, itu adalah sebuah puzzle yang tidak masuk akal. Instingnya sendiri, yang kini terasah oleh Unit-04, merasakan hal yang sama. Ada yang tidak beres. Ia harus tahu lebih banyak. Sebelum tangannya berlumuran darah yang tidak seharusnya. --- Malam tiba dengan cepat, menyelimuti ibukota dalam selubung kegelapan yang pekat. Wei Chen, berbalut jubah gelap yang menyatu dengan bayangan, bergerak lincah melintasi atap-atap rumah. Setiap gerakan adalah kalkulasi presisi, setiap pijakan tanpa suara. Unit-Logika-04 memproyeksikan jalur optimal, titik buta, dan perubahan arah angin. *Pergerakan: Senyap. Titik masuk: Jendela belakang lantai dua. Keamanan: Rendah. Tidak ada penjaga.* Wei Chen menyelinap masuk ke dalam rumah Tuan Liu melalui jendela yang tidak terkunci, seperti yang diprediksi Unit-Logika-04. Udara di dalam terasa dingin dan berdebu, pertanda bahwa rumah itu tidak dihuni dengan baik. Bau apek buku tua dan sedikit aroma sup jahe yang sudah dingin. Ia bergerak melewati koridor sempit, menuju ruang kerja di mana Unit-04 mendeteksi aktivitas terakhir Tuan Liu. Ruangan itu berantakan. Tumpukan gulungan kertas berserakan di atas meja, beberapa tinta tumpah mengering, dan sebuah pena bulu tergeletak di lantai. Bukan kekacauan seorang pria malas, melainkan kekacauan seseorang yang terburu-buru, atau sedang mencari sesuatu dengan panik. Wei Chen berhenti di depan meja, matanya menyapu setiap detail. *Scan area. Identifikasi anomali.* Sebuah gulungan perkamen tersembunyi di bawah tumpukan dokumen pajak. Wei Chen menariknya keluar. Bukan dokumen resmi, melainkan sebuah surat pribadi, tulisan tangan yang panik. Ia membuka gulungan itu, membaca cepat di bawah cahaya rembulan yang samar. Surat itu ditujukan kepada Tuan Liu, tetapi bukan dari seorang teman. Isinya adalah ancaman terselubung. *Jika kau tidak diam, keluargamu akan menderita.* Tanda tangan di bawahnya samar, hanya sebuah simbol kecil yang menyerupai bunga lotus terbalik. Unit-Logika-04 segera memproses simbol itu. *Lotus terbalik: Simbol faksi rahasia dalam jaringan Menteri Shen. Fungsi: Operasi klandestin, pembersihan jejak.* Ada gulungan lain, lebih kecil, di bawah tumpukan buku di rak. Wei Chen meraihnya. Itu adalah daftar nama, ditulis dengan rapi, tetapi ada beberapa nama yang dicoret dengan tinta merah. Dan di akhir daftar, ada sebuah tanggal. Sebuah tanggal yang sudah lewat. *Analisis: Dokumen menunjukkan ancaman. Daftar nama: Diduga daftar informan atau individu yang ditargetkan. Tanggal: Batas waktu.* Unit-Logika-04 berdesir dalam benaknya. *Tuan Liu bukan ancaman bagi Menteri Shen. Tuan Liu adalah korban. Dan target ini, kemungkinan besar, adalah umpan.* --- Wei Chen merasakan dinginnya lantai kayu di bawah sepatunya, dingin yang menembus hingga ke tulang. Gulungan-gulungan perkamen itu terasa berat di tangannya, bukan hanya karena berat fisiknya, tetapi karena kebenaran yang terkandung di dalamnya. Tuan Liu bukanlah musuh Menteri Shen. Tuan Liu adalah salah satu bidak yang akan dikorbankan, entah oleh Menteri Shen sendiri atau oleh faksi lotus terbalik itu. *Target eliminasi: Tuan Liu. Analisis ulang: Tuan Liu adalah informan yang disusupkan oleh faksi lotus terbalik untuk mengidentifikasi 'musuh-musuh' Menteri Shen. Status saat ini: Sudah tidak berguna, atau terlalu berisiko untuk dipertahankan. Fungsi: Umpan untuk menguji agen baru. Agen baru: Kau, Wei Chen.* Unit-Logika-04 menyimpulkan dengan akurasi yang brutal. Embun dingin mulai membasahi kusen jendela yang terbuka. Wei Chen menutup matanya sejenak, membayangkan senyum Menteri Shen yang licik, kata-kata manisnya yang mematikan. Ia telah dipermainkan. Misi pertamanya adalah jebakan, sebuah ujian kesetiaan yang kotor. Jika ia membunuh Tuan Liu, ia akan benar-benar menjadi anjing Menteri Shen, tanpa pertanyaan. Pedang Jian di punggungnya terasa berdenyut samar, sinkron dengan detak jantung Wei Chen yang kini lebih tenang, lebih bertekad. Ia tidak akan menjadi alat Menteri Shen. Ia akan menggunakan permainan ini untuk keuntungannya sendiri. Tuan Liu tidak akan mati oleh tangannya malam ini. Wei Chen menggulung kembali surat-surat itu dan meletakkannya kembali di tempatnya, memastikan tidak ada jejak kehadirannya. Ia tidak bisa menyelamatkan Tuan Liu secara terbuka, tetapi ia tidak akan membunuhnya. Ia akan membiarkan Menteri Shen berpikir bahwa ia telah menyelesaikan tugasnya, menciptakan ilusi kepatuhan yang sempurna. Namun, di balik fasad itu, tekadnya mengeras. Ia akan menjadi senjata di balik tirai, tetapi tirai itu akan ia robek dari dalam. Ini bukan tentang kekuasaan. Ini tentang keadilan untuk ibunya, untuk Kapten Lin, untuk semua orang yang hancur di bawah kuku korupsi ini. Dan untuk Jenderal Huo. Di tengah malam, Wei Chen menggenggam pedang Jian di bawah jubahnya, dan Unit-04 memproyeksikan citra rumit tentang diagram jaringan korupsi Menteri Shen, sebuah labirin yang harus ia lalui: *Target utama: Sumber kekuasaan. Lokasi: Tidak diketahui.*

End of Chapter 23