Home/Hentai/The Seven Deadly Sins

by Dilz Hsjah·Translated by Novel AI Studio
Di dunia Eldravane, manusia percaya bahwa Seven Deadly Sins hanyalah legenda kuno - tujuh makhluk perempuan yang konon pernah turun ke dunia dan hampir menghancurkan kerajaan manusia. Namun legenda itu tidak pernah benar-benar berakhir. Di puncak Pegunungan Eldravane, tempat manusia bahkan takut menginjakkan kaki, seorang pemuda biasa bernama Aidil Akaza tersesat ketika mencari jalan pulang. Aidil bukan ksatria. Bukan penyihir. Bukan keturunan bangsawan. Bahkan untuk bertahan hidup di pegunungan itu saja, dia nyaris tidak mampu. Tetapi di tengah badai salju, Aidil menemukan sebuah istana tua yang tersembunyi di balik kabut. Di sanalah dia bertemu dengan tujuh perempuan misterius. Mereka bukan manusia. Mereka adalah Seven Deadly Sins - makhluk kuno yang telah hidup jauh sebelum kerajaan Eldravane berdiri. Kiyohime Ashikaga - Pride Sang penguasa kesombongan yang memandang hampir semua makhluk sebagai sesuatu yang berada di bawahnya. Chiyo Tachibana - Greed Perempuan yang menginginkan segala sesuatu yang menarik perhatiannya, termasuk manusia, benda, kekuasaan, dan perasaan. Yae Minamoto - Lust Sosok yang mampu memengaruhi hati dan keinginan seseorang hanya dengan kehadirannya. Shizuka Fujiwara - Envy Perempuan yang selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain - termasuk kehidupan yang tidak pernah bisa dia miliki sendiri. Tama Hōjō - Gluttony Pemakan segala sesuatu yang memiliki energi, dari makanan hingga kekuatan makhluk hidup. Tomoe Nakahara - Wrath Yang paling mudah tersulut emosinya. Kemarahannya mampu berubah menjadi kekuatan penghancur. Akiko Taira - Sloth Perempuan pemalas yang tampaknya tidak peduli pada dunia, tetapi menyimpan kemampuan untuk mengendalikan mimpi dan kesadaran. Pertemuan yang Seharusnya Tidak Terjadi Awalnya, Aidil mengira dirinya akan mati. Namun sesuatu yang aneh terjadi. Ketujuh Sin tersebut tidak membunuhnya. Sebaliknya, mereka menawarkan Aidil untuk tinggal bersama mereka. Bukan karena Aidil kuat. Justru karena Aidil terlalu lemah untuk d