Tanah Kota Valdris terus bergetar.
BRUUUUM!
Bangunan-bangunan berguncang.
Beberapa kaca jendela pecah.
Orang-orang berteriak dan berlarian memenuhi jalan.
Di tengah kekacauan itu, Arka berdiri bersama Liora.
Fenrir berada di antara mereka.
Matanya menatap tanah.
Seolah-olah dia bisa melihat sesuatu yang berada jauh di bawah.
[Fenrir: Dia bangun.]
Arka menelan ludah.
"Siapa?"
Fenrir menjawab dengan suara serius.
[Fenrir: Penjaga Segel Pertama.]
Liora menggenggam pecahan kristal merah di tangannya.
Wajahnya berubah tegang.
"Kalau segelnya terus melemah..."
Arka menatapnya.
"Apa yang terjadi?"
Liora menggeleng.
"Kita tidak boleh membiarkannya hancur."
Tiba-tiba—
KRAAAAK!
Jalan batu di depan mereka retak.
Retakan menjalar dengan cepat.
KRAK! KRAK! KRAK!
Kemudian—
BOOOOOM!
Tanah meledak.
Batu dan debu beterbangan.
Arka menarik Liora mundur.
Fenrir berdiri di depan mereka.
Dari lubang besar yang terbentuk...
sebuah tangan raksasa keluar.
Kulitnya hitam.
Jari-jarinya memiliki cakar panjang.
Kemudian kepala monster itu muncul.
Dua tanduk besar.
Mata berwarna biru menyala.
Dan tubuh yang jauh lebih besar daripada rumah.
Sistem Arka langsung aktif.
[DING!]
[Monster Penjaga Segel terdeteksi.]
[ANALISIS MONSTER]
Nama: Abyssal Golem
Spesies: Golem Penjaga Segel
Level: 45
Kualitas: LEGENDARIS
HP: 32.000/32.000
Status: Terbangun
Skill:
[Abyssal Roar]
[Stone Crush]
[Dark Regeneration]
[Seal Guardian]
[???]
Arka terdiam.
"Level empat puluh lima..."
Liora mengangkat tangannya.
"Kita harus pergi."
Arka menatapnya.
"Pergi?"
"Monster itu tidak bisa dikalahkan di sini."
Abyssal Golem mengangkat kepalanya.
Kemudian mengeluarkan suara berat.
"Raja..."
Semua orang di jalan langsung terdiam.
Monster itu menatap Fenrir.
"Raja Monster telah kembali."
Arka langsung panik.
"Dia tahu Fenrir?"
Liora menatap Arka.
"Kau masih belum mengerti?"
"Apa?"
Liora menunjuk Fenrir.
"Monster ini bukan sekadar monster legendaris."
Fenrir menggeram.
[Fenrir: Jangan katakan apa pun.]
Liora tersenyum kecil.
"Baiklah."
Abyssal Golem mengangkat tangannya.
"Segel tidak boleh dibuka."
Kemudian telapak tangannya menghantam tanah.
BOOOOOOM!
Gelombang energi hitam menyebar.
Arka terpental.
"ARGH!"
Liora juga terlempar.
Namun Fenrir melompat.
GRAAAAH!
Aura merah bertabrakan dengan energi hitam.
BOOOOM!
Ledakan terjadi.
Fenrir terdorong beberapa meter.
Arka segera bangkit.
"Fenrir!"
Fenrir berdiri.
[Fenrir: Aku baik-baik saja.]
Namun Arka melihat darah kecil di kaki Fenrir.
"Kau terluka."
[Fenrir: Luka kecil.]
Arka mengepalkan tangan.
"Kalau begitu..."
Ia membuka sistem.
[STATUS]
Level: 2
HP: 120/120
Energi Jiwa: 25/25
Skill:
[Penjinakan Monster Lv.1]
[Analisis Monster Lv.1]
[Ruang Kontrak Lv.1]
[Komunikasi Jiwa Lv.1]
[Aura Penjinak Lv.1]
Arka melihat skill Analisis Monster.
Kemudian ia menatap Abyssal Golem.
"Analisis."
[DING!]
[Analisis berhasil.]
Informasi baru muncul.
[KELEMAHAN ABYSSAL GOLEM]
Inti kekuatan: Kristal Segel di dada.
Kelemahan: Energi Api Suci.
Kondisi: Terikat pada Segel Pertama.
Catatan: Jika Segel Pertama dihancurkan, Abyssal Golem akan kehilangan 70% kekuatannya.
Arka langsung menatap Liora.
"Kristalmu."
Liora terkejut.
"Apa?"
"Fragmen segel itu."
Liora menggenggam kristalnya.
"Kenapa?"
"Sistemku mengatakan benda itu berhubungan dengan Segel Pertama."
Liora menatap kristal tersebut.
Kemudian matanya membesar.
"Jadi..."
Arka mengangguk.
"Kita harus masuk ke bawah kota."
Liora melihat Abyssal Golem.
"Dan bagaimana caranya?"
Arka tersenyum.
"Kita buat dia membuka jalan."
⚔️ PERTEMPURAN DIMULAI
Abyssal Golem mengangkat kedua tangannya.
ROOOOAAARRR!
Energi hitam terkumpul.
Fenrir langsung berlari.
[Fenrir: Master! Mundur!]
Arka membawa Liora dan berlari ke samping.
BOOOOM!
Serangan menghantam tempat mereka berdiri sebelumnya.
Batu-batu beterbangan.
Liora mengangkat tangannya.
"Runa Api!"
WHOOSH!
Api merah menyembur.
Serangan menghantam tubuh Golem.
Namun—
TING!
Tidak ada efek.
Liora terkejut.
"Pertahanannya terlalu tinggi!"
Arka berteriak.
"Serang kristal di dadanya!"
Liora melihat kristal hitam di dada Golem.
"Aku tidak bisa mendekat!"
Arka melihat Fenrir.
"Fenrir!"
[Fenrir: Aku tahu.]
Fenrir melesat.
Tubuh kecilnya berubah menjadi bayangan hitam.
WHOOSH!
Ia muncul di depan dada Golem.
BAM!
Cakarnya menghantam kristal.
KRAK!
Retakan kecil muncul.
Abyssal Golem meraung.
"GRAAAAAAH!"
Tangannya menyapu.
Fenrir melompat menghindar.
Namun ekor serangan menghantam tubuhnya.
BOOM!
Fenrir terlempar.
"FENRIR!"
Arka berlari.
Fenrir berguling beberapa kali lalu bangkit.
[Fenrir: Aku belum kalah.]
Arka mengepalkan tangan.
Sistem tiba-tiba berbunyi.
[DING!]
[Sinkronisasi Master-Monster terdeteksi.]
[Kondisi terpenuhi.]
[Skill Gabungan tersedia.]
Arka membelalakkan mata.
"Skill gabungan?"
Sebuah pilihan muncul.
[SKILL GABUNGAN]
Nama: King's Command
Efek: Master memberikan energi jiwa kepada monster untuk meningkatkan satu kemampuan secara drastis selama 10 detik.
Biaya: 20 Energi Jiwa.
Arka melihat energinya.
25.
Hanya tersisa lima setelah digunakan.
Tetapi dia tidak ragu.
"Gunakan."
[DING!]
[20 Energi Jiwa dikonsumsi.]
Energi mengalir dari tubuh Arka menuju Fenrir.
Cahaya merah menyelimuti tubuh monster kecil itu.
Fenrir menatap Arka.
[Fenrir: Master...]
Arka berteriak.
"Habisi kristalnya!"
Fenrir menundukkan tubuh.
GRAAAAAAAH!
Aura Raja Monster meledak.
Tubuh kecil Fenrir melesat.
BOOOOM!
Cakarnya menghantam dada Golem.
KRAAAAAK!
Retakan besar muncul pada kristal.
Abyssal Golem mengaum.
"MUSTAHIL!"
Fenrir menyerang lagi.
CRAAASH!
Kristal pecah sebagian.
Abyssal Golem mundur.
Namun tiba-tiba...
DING!
[Peringatan!]
[Skill King's Command tersisa: 3 detik.]
Arka berteriak.
"Fenrir! Sekali lagi!"
Fenrir melompat.
Abyssal Golem mencoba menahan.
Namun Liora mengangkat kedua tangannya.
"Flame Bind!"
Rantai api muncul.
WHOOSH!
Rantai tersebut mengikat kaki Golem.
"Fenrir!"
[Aku datang!]
BOOOOOM!
Fenrir menghantam kristal terakhir.
KRAAAAAASH!
Kristal itu pecah.
Tubuh Abyssal Golem membeku.
Kemudian...
DUK!
Monster raksasa itu jatuh berlutut.
Tanah bergetar.
Debu memenuhi jalan.
Arka terengah-engah.
"Berhasil?"
Sistem muncul.
[DING!]
[Abyssal Golem mengalami kerusakan kritis.]
[HP: 32.000 → 8.400]
Arka tersenyum.
"Belum kalah."
Golem tiba-tiba bangkit.
Matanya berubah merah.
Liora membelalak.
"Dia masih hidup?!"
Fenrir menggeram.
[Fenrir: Itu bukan masalahnya.]
"Apa?"
Fenrir menatap tubuh Golem.
[Fenrir: Segelnya sedang pecah.]
Arka langsung melihat tanah.
Retakan besar muncul di bawah kota.
Dari dalamnya keluar cahaya merah.
Sistem berbunyi cepat.
[PERINGATAN!]
[Stabilitas Segel Pertama: 62% → 41%]
[41% → 30%]
[30% → 20%]
Arka pucat.
"Kalau mencapai nol?"
Liora menjawab.
"Gerbangnya terbuka."
Arka menatap Fenrir.
Fenrir mengangguk.
[Fenrir: Dan sesuatu akan keluar.]
"Kalau begitu kita turun."
Liora menatap Arka.
"Kau gila?"
Arka tersenyum.
"Mungkin."
Ia menunjuk retakan.
"Tapi kalau kita tidak turun, seluruh kota bisa hancur."
Liora terdiam.
Kemudian tersenyum.
"Baiklah."
Ia menggenggam tongkatnya.
"Aku ikut."
🌑 BAWAH KOTA VALDRIS
Mereka turun melalui lubang besar yang dibuat Abyssal Golem.
Semakin dalam mereka pergi...
semakin gelap.
Dinding batu di sekitar mereka dipenuhi simbol kuno.
Arka mengaktifkan sistem.
[Analisis Lingkungan]
[RUANG SEGEL KUNO]
Usia: Tidak diketahui
Pembangun: ???
Fungsi: Menahan energi makhluk tertentu.
Arka menyentuh dinding.
"Siapa yang membuat tempat ini?"
Liora menggeleng.
"Tidak ada yang tahu."
Fenrir tiba-tiba berhenti.
[Fenrir: Aku tahu.]
Arka menoleh.
"Kau tahu?"
Fenrir menatap simbol di dinding.
[Fenrir: Ini dibuat oleh manusia pertama yang pernah mengikat Raja Monster.]
Arka terdiam.
"Siapa?"
Fenrir tidak menjawab.
Namun sebuah simbol besar muncul di depan mereka.
Simbol itu berbentuk mahkota.
Fenrir menatapnya lama.
[Fenrir: Aku mengenalnya.]
Liora bertanya,
"Siapa?"
Fenrir menjawab pelan.
[Fenrir: Orang yang membuatku.]
Arka membeku.
"Apa maksudmu?"
Fenrir menutup mata.
[Fenrir: Aku tidak lahir seperti monster lain.]
[Fenrir: Aku diciptakan.]
Arka terkejut.
"Diciptakan?"
Fenrir mengangguk.
[Fenrir: Dahulu manusia menciptakan monster menggunakan energi dari dunia lain.]
Liora terlihat pucat.
"Dunia lain?"
Fenrir melanjutkan.
[Fenrir: Dan aku adalah hasil pertama.]
Arka menatap Fenrir.
"Jadi siapa penciptamu?"
Fenrir belum menjawab.
Tiba-tiba—
DING!
Sistem Arka berubah merah.
[DATA TERLARANG TERDETEKSI.]
[Informasi pencipta Fenrir terkunci.]
[Syarat pembukaan: Level Master 10.]
Arka menghela napas.
"Selalu terkunci."
Liora tertawa kecil.
"Setidaknya sekarang kita tahu bahwa monster ini lebih misterius daripada yang kita kira."
Fenrir mendengus.
[Fenrir: Aku mendengar itu.]
Mereka terus berjalan.
Sampai akhirnya...
sebuah ruangan raksasa terbuka.
Di tengah ruangan terdapat sebuah kristal besar.
SEGEL PERTAMA.
Namun kristal itu retak.
Cahaya merah keluar dari dalamnya.
Arka membuka sistem.
[SEGEL PERTAMA]
Stabilitas: 17%
Kerusakan: Kritis
Arka terkejut.
"17%..."
Liora mendekati kristal.
"Kita harus memperbaikinya."
Arka mengangguk.
"Tapi bagaimana?"
Sistem tiba-tiba menjawab.
[DING!]
[Metode perbaikan ditemukan.]
[Diperlukan energi garis keturunan Raja Monster.]
Arka menatap Fenrir.
"Fenrir..."
Fenrir menggeleng.
[Fenrir: Tidak.]
"Apa?"
[Fenrir: Jika aku memberikan energi kepada segel, kekuatanku akan berkurang.]
Arka terdiam.
"Seberapa banyak?"
Fenrir menjawab.
[Fenrir: Mungkin setengah.]
Liora membelalak.
"Kalau begitu jangan!"
Arka memikirkan semuanya.
Jika Fenrir memberikan energinya...
kekuatan Fenrir akan turun.
Namun jika segel hancur...
seluruh Kota Valdris mungkin menjadi korban.
Arka mengepalkan tangan.
"Aku tidak akan memaksamu."
Fenrir menatap Arka.
Arka berkata pelan,
"Kita cari cara lain."
Fenrir terdiam.
Kemudian...
[Fenrir: Master.]
"Apa?"
[Fenrir: Ada cara lain.]
Arka menoleh.
"Apa?"
Fenrir menunjuk ke belakang segel.
Di sana terdapat sebuah pintu batu.
Pintu itu memiliki simbol yang sama dengan simbol di dada Fenrir.
[Fenrir: Di balik pintu itu ada sumber energi asli segel.]
Liora mengerutkan kening.
"Kenapa tidak dibuka?"
Fenrir menjawab.
[Fenrir: Karena sesuatu menjaganya.]
Arka langsung mengangkat pisau.
"Apa?"
Seketika...
pintu batu bergerak.
KRAAAAAK...
Debu jatuh dari atas.
Pintu perlahan terbuka.
Kegelapan muncul di baliknya.
Kemudian terdengar suara.
"Akhirnya..."
"Raja kembali."
Arka membeku.
Dua mata merah menyala muncul di dalam kegelapan.
Liora memegang senjatanya.
Fenrir langsung berdiri di depan Arka.
Makhluk itu keluar.
Tubuhnya seperti naga kecil.
Namun memiliki enam kaki.
Dua tanduk.
Dan sayap hitam.
Sistem langsung menganalisis.
[DING!]
[ANALISIS MONSTER]
Nama: Abyss Drake
Level: 50
Kualitas: LEGENDARIS
Status: Penjaga Sumber Segel
Kesetiaan: ???
Skill:
[Abyss Breath]
[Dark Wing]
[Ancient Roar]
[Seal Devourer]
Arka menatap monster tersebut.
"Monster legendaris lagi?"
Fenrir menjawab.
[Fenrir: Dia bukan masalah terbesar.]
Arka menatap Fenrir.
"Lalu apa?"
Fenrir menatap jauh ke balik ruangan.
Di belakang Abyss Drake...
terdapat sebuah bayangan yang jauh lebih besar.
Bayangan itu bergerak.
BOOM.
Tanah bergetar.
Abyss Drake langsung berlutut.
Kemudian terdengar suara tua.
"Fenrir..."
Fenrir membeku.
Arka menatapnya.
"Kau mengenal suara itu?"
Fenrir menjawab dengan suara gemetar.
[Fenrir: Ya.]
"Siapa?"
Fenrir menatap kegelapan.
[Fenrir: Salah satu dari tujuh Raja Monster.]
Arka membelalakkan mata.
Tiba-tiba sistem berubah merah.
[PERINGATAN MAKSIMUM!]
[Entitas tingkat Raja terdeteksi.]
[Level: ???]
[Kekuatan: TIDAK DAPAT DIUKUR.]
[Misi Darurat diperbarui.]
[BERTAHAN HIDUP]
Tujuan: Bertahan selama 60 detik.
Hadiah: ???
Kegagalan: Kematian Master dan seluruh kontrak.
Arka menelan ludah.
"Enam puluh detik?"
Liora menggenggam senjatanya.
"Kenapa hanya enam puluh?"
Arka menatap kegelapan.
Karena dari dalam sana...
sesuatu mulai berjalan mendekat.
BOOM.
BOOM.
BOOM.
Fenrir menatap Arka.
[Fenrir: Master...]
Arka mengepalkan tangan.
"Aku tahu."
[Fenrir: Bersiaplah.]
Arka mengangkat pisaunya.
"Ya."
Di hadapan mereka...
sepasang mata raksasa terbuka.
Dan suara yang mengguncang seluruh ruang segel terdengar—
"Mari kita lihat..."
"seberapa layak manusia yang dipilih Raja Monster."
BERSAMBUNG — BAB 6: PERTARUNGAN MELAWAN RAJA MONSTER