logo
NovelAi Studio

Tag

Teknologi

1 novels

Takdir Kek 2 yang Ku Pilih

Takdir Kek 2 yang Ku Pilih

By @Ares

Di dunia tempat sihir dan teknologi mulai berkembang berdampingan, seorang Archmage legendaris bernama Aurelius Vance, sang Sovereign of Aether, mengakhiri hidupnya setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Namun kematian ternyata bukan akhir baginya. Aurelius terlahir kembali sebagai Lucian Eisenwald, putra dari keluarga bangsawan yang hidup di tengah era industri yang sedang berkembang. Berbeda dengan kehidupan sebelumnya yang penuh kesendirian dan ambisi, Lucian kini memiliki keluarga yang hangat, kehidupan yang jauh lebih damai, serta dunia yang telah berkembang ke arah yang tidak pernah ia bayangkan. Tetapi ada satu masalah. Tubuh barunya tidak mampu menanggung penggunaan mana dalam jumlah besar. Ia menderita penyakit bernama Mana Lektatik Syndrome, yang membatasi kemampuannya untuk menggunakan kekuatan sihir dalam waktu lama. Bagi seseorang yang pernah menjadi Archmage, keterbatasan itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya. Namun Lucian tidak berniat menyerah. Dengan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya, ia mulai mencari kembali artefak-artefak kuno yang pernah ia ciptakan sendiri, sambil berusaha memulihkan kekuatannya dan kembali mencapai puncak dunia sihir. Di saat yang sama, Lucian menemukan bahwa dunia yang ia tinggalkan telah berubah jauh. Mana kini menjadi bagian dari perkembangan teknologi. Kristal sihir menggerakkan kendaraan, mesin industri memanfaatkan energi mana, kereta api melintasi kota-kota, dan para penyihir mulai hidup berdampingan dengan kemajuan teknologi. Semakin jauh Lucian menjelajahi dunia barunya, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Mengapa ia bisa hidup kembali? Siapa sebenarnya suara misterius yang memberinya kesempatan kedua? Mengapa dunia telah berubah sedemikian jauh? Dan yang paling penting - apakah ia benar-benar mendapatkan kehidupan kedua secara kebetulan? Di antara sihir, teknologi, artefak kuno, makhluk-makhluk ajaib, dan misteri kehidupan sebelumnya, Lucian harus menentukan sendiri jalan yang ingin ia temp

69