logo
NovelAi Studio

Tag

No Cheat

2 novels

Shadows of the Sept: A Gentle Soul in Westeros

Shadows of the Sept: A Gentle Soul in Westeros

By @Thiago Borges

In the cutthroat landscape of Westeros, gentle souls are lambs to the slaughter. Maryan, an ordinary acolyte with no magical lineage, no legendary sword-skills, and absolutely no cheat abilities, wants nothing more than to heal the sick and find peace. But when a dying conspirator thrusts a blood-stained ledger containing the true lineage of the Seven Kingdoms into his hands, Maryan is dragged from his quiet sanctuary into the deadly game of thrones. Armed only with his deep empathy and a sharp, observant mind, he must navigate a web of ruthless lords, lethal assassins, and impending winter. Every step of this treacherous journey tests his pacifism as he tries to survive without losing his humanity. To protect the innocent, Maryan must learn to outmaneuver the monsters of Westeros, discovering that sometimes a gentle heart is the most unpredictable weapon of all in a world built on cruelty and betrayal.

13

Negeri Para Pengingat: Belenggu Takdir

Negeri Para Pengingat: Belenggu Takdir

By @Hafa Sinner

Di bawah langit biru tak berujung Negeri Para Pengingat, pulau-pulau zamrud terapung menyembunyikan takdir yang kejam. Ketika ingatan masa lalunya terbangun secara tiba-tiba, Hafa mendapati dirinya terjebak dalam dunia di mana setiap orang memiliki fragmen Ingatan Masa Depan untuk meniti kejayaan. Sialnya, Hafa bereinkarnasi tanpa cheat, tanpa sistem pendukung, dan tanpa gambaran masa depan sama sekali. Berbekal pikiran yang dingin dan kalkulatif, ia harus menavigasi intrik politik yang mematikan di antara para penguasa yang mampu meramal kematiannya sendiri. Hafa menyadari bahwa ketiadaan ingatan masa depan adalah kelemahan sekaligus senjata terbesarnya; ia adalah variabel bebas yang tidak bisa diprediksi oleh takdir tertulis. Untuk bertahan hidup dari konspirasi yang mengancam menenggelamkan pulau-pulau zamrud, ia harus mengeksploitasi ingatan orang lain, memanipulasi ramalan mereka, dan membuktikan bahwa masa depan bukanlah garis lurus yang tidak bisa diubah, melainkan sebuah bidak catur yang siap ia hancurkan demi kebebasannya.

4